Pengaruh Serbuk Kayu Jati Sebagai Substitusi Sebagian Semen dan Bahan Tambah Superplasticizer Terhadap Absorbsi, Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Beton adalah bahan kontruksi utama yang digunakan untuk material pekerjaan konstruksi bangunan. Beton tersusun dari campuran antara agregat kasar dan agregat halus yang dilekatkan menggunakan pasta yang terbuat dari semen portland, air dan bahan tambah lainnya dengan nilai perbandingan tertentu. Hal inilah yang menimbulkan pemikiran untuk mencari alternatif dengan menggunakan serbuk kayu jati sebagai bahan aditif dalam campuran beton yang berfungsi untuk menambah kekuatan beton karena serbuk kayu memiliki kandungan kadar selulosa dan hemisolulosa yang dapat menambahkan daya ikat pada beton serta merupakan salah satu limbah yang mudah dijumpai dan jarang digunakan. Variasi penambahan serbuk kayu jati yang digunakan pada penelitian ini sebesar 1%, 1,5%, 2%, dan 2,5% dari berat semen. Pemakaian kadar superplasticizer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1% dari berat semen yang berfungsi untuk meningkatkan kelacakan pada beton mengingat serbuk kayu memiliki daya serap air yang cukup tinggi. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan beton berdasarkan SNI 1974-2011 dan kuat tarik belah beton berdasarkan SNI 2493-2014 dengan kuat tekan rencana beton sebesar 25 MPa. Pengujian dilakukan pada saat umur beton 28 hari. Pada pengujian kuat tekan dan kuat tarik setiap variasi dibuat 5 buah dan pengujian absorpsi dibuat 2 buah untuk mengetahui hasil rata-rata nya. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan beton normal sebesar 25,691 MPa dan nilai kuat tarik belah sebesar 2,280 MPa. Semua variasi penambahan serbuk kayu jati dan superplasticizer yang digunakan pada penelitian ini meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton dibandingkan dengan beton normal. Variasi persentase penambahan serbuk kayu jati sebesar 1,5% dengan kadar superplasticizer 1% dari berat semen menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik beton tertinggi. Pada variasi tersebut mengalami peningkatan kuat tekan beton sebesar 25,552% dengan nilai kuat tekan 32,255 MPa, serta mengalami peningkatan kuat tarik belah beton sebesar 36,831% dengan nilai kuat tarik belah 3,120 MPa. Pada penelitian ini substitusi serbuk kayu jati juga dapat meningkatkan nilai absorspsi padabeton. Persentase peningkatan tertinggi terjadi pada variasi serbuk kayu 2,5% (A5) sebesar 19,999% dengan nilai absorpsi 5,413.