ANALISIS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus : Kepemimpinan Dekan Fakultas Kedokteran Dan Dekan Fakultas Teknik Sipil Di Universitas Islam Indonesia)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Penelitian ini berjudul Analisis Kepemimpinan Perempuan Di Perguruan
Tinggi (Studi Kasus: Kepemimpinan Dekan Fakultas Kedokteran Dan Dekan
Fakultas Teknik Sipil Di Universitas Islam Indonesia). Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengeksplorasi proses kepemimpinan, gaya yang diterapkan dalam
memimpin, serta hambatan dalam masa kepemimpinannya. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun data
diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik
analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Untuk menentukan validitas data, penelitian ini menggunakan uji kredibilitas dan
uji transferability.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kepemimpinan yang dilalui
seorang pemimpin perempuan untuk menjadi dekan dilalui secara bertahap dan
berproses dilihat dari keikutsertaannya dalam organisasi maupun aksi-aksi sosial.
Menjadi pemimpin dapat dikatakan adanya garis keturunan dari lingkungan
keluarga, namun dapat diperoleh dalam sebuah organisasi. Faktor yang
memengaruhi untukmenjadi pemimpin yaitu adanya dukungan dari keluarga dan
adanya dorongan memimpin merupakan ibadah sebagai pengabdian terhadap
institusi dan Allah swt serta amanah yang diberikan untuk dilakukan semaksimal
mungkin. Pendekatan-pendekatan ataugaya yang diterapkan oleh kedua dekan
perempuan memiliki sifat keibuan yang merangkul, mengayomi dan mendorong
bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam pengambilan keputusannya
mempertimbangkan berbagai aspek dan cenderung mempertimbangkan perasaan
dan kepekaan. Kedua dekan menggunakan gaya kepemimpinan transformasional
yaitudengan memotivasi bawahannya untuk melakukan kepentingan bagi
kebaikan organisasi dengan menetapkan kinerja tinggi karyawanuntuk
mengoptimalkan kinerja organisasinya. Serta hambatan-hambatan dalam masa
kepemimpinannya dijadikan sebagai tantangan. Hambatan ada pada kendala
waktu yaitu adanya aktivitas di luar jam kerja, sehingga membutuhkan izin dari
keluarga. Sehingga upaya dalam menyikapi hambatan tersebut perlu adanya izin
dari keluarga, serta menyelesaikan pekerjaan tepat waktu