Pengembangan Gim Edukasi Aksara Jawa Untuk Anak
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Di Indonesia memiliki banyak sekali bahasa daerah, salah satunya yang paling banyak
digunakan adalah bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan bahasa komunikasi sehari-hari
penduduk Jawa. Bahasa Jawa memiliki aksara yang pada zaman dahulu digunakan secara luas.
Namun, saat ini penggunaannya sangat terbatas. Maka dari itu, pemerintah mengupayakan
pelestarian kebudayaan aksara Jawa agar tidak punah dengan diajarkannya pada mata pelajaran
muatan lokal bahasa Jawa. Mata pelajaran aksara Jawa diajarkan kepada anak dengan
menggunakan metode hafalan dan tekstual. Dengan metode hafalan dan tekstual inilah anak
membutuhkan waktu yang lama untuk belajar. Namun, karakteristik anak saat ini lebih banyak
waktu bermain sehingga waktu belajar lebih sedikit, yang menyebabkan siswa kehilangan
minat belajar aksara Jawa. Tetapi dengan perkembangan digital sekarang, memungkinkan
penggunaan gim untuk melakukan pembelajaran sambil bermain.
Pengembangan gim aksara Jawa untuk anak ini dikembangkan dengan menggunakan
metode Game Development Life Cycle (GDLC), serta perancangan desain menggunakan
Hierarchy Plus Input-Process-Output (HIPO). Bahasa yang digunakan untuk mengembangkan
gim adalah bahasa pemrograman C#. Pengujian gim dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pengujian
internal yang merujuk ke uji fungsionalitas dalam gim menggunakan black box testing. Lalu,
tahap selanjutnya pengujian peningkatan kemampuan siswa melalui pretest dan posttest. Dan
yang terakhir adalah pengujian kuesioner menggunakan metode penilaian skala likert. Hasil
kuesioner menggunakan metode skala likert mendapatkan skor rata-rata sebesar 68,25% pada
siswa dan 88% pada guru, menunjukkan bahwa aplikasi tergolong kategori baik (pada siswa)
dan sangat baik (pada guru). Ini menjelaskan bahwa menyatakan gim sangat baik dari segi
kesesuaian materi, kegunaan, dan tampilan desain antarmuka maupun aspek lainnya yang ada
dalam gim. Sementara untuk hasil pretest yang dilakukan untuk menguji kemampuan siswa
dalam aksara Jawa sebelum demo gim menunjukkan nilai dengan rentang 20 sampai 50 dan
rata-rata nilai 32,5. Sementara setelah demo gim dilakukan menunjukkan nilai tes dengan
rentang 20 sampai 100 dan rata-rata nilai 58,75, dengan demikian terdapat kenaikan nilai
sebelum dan sesudah bermain gim. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan gim “Pinter
Aksara Jawa” dapat membantu serta meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami
pembelajaran aksara Jawa.