<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Regulasi Emosi dan Kesepian Pada Mahasiswa Perantau di Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kesepian merupakan salah satu masalah psikologis yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Mahasiswa perantau yang jauh dari lingkungan tempat ia tinggal dan jauh dari orang tua cenderung akan merasakan kesepian dan emosi negatif. regulasi emosi adalah Salah satu cara individu untuk mengatasi serta mengontrol emosi negatif dan kesepian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi emosi terhadap kesepian mahasiswa perantau di Yogyakarata. Penelitian ini melibatkan 101 mahasiswa perantau yang mengenyam pendidikan di Yogyakarta sebagai partisipan penelitian. Adapun desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Alat ukur regulasi emosi yang digunakan pada penelitian ini adalah skala REQ (regulation emotion quistionaires) yang telah diadaptasi oleh Raddle et al. (2021). Adapun alat ukur kinerja yang digunakan pada penelitian ini adalah UCLA-loneliness, yang telah diadaptasi oleh Hudiyana et al. (2021). Kemudian data yang diperoleh dengan metode purposive sampling akan dianalisis menggunakan korelasi pearson untuk menguji korelasi antara kedua variabel. Hasil penelitian ini regulasi emosi memiliki hubungan negatif yang tidak signifikan terhadap kesepian pada mahasiswa peantau di Yogyakarta. Hubungan negatif yang dimaksud dalam hasil analisis korelasi ini adalah semakin tinggi tingkat regulasi emosi mahasiswa perantau maka tingkat kesepian semakin rendah pada mahasiswa perantau di Yogyakarta. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat regulasi emosi pada mahasiswa perantau maka semakin tinggi tingkat kesepian mahasiswa peranatau di Yogyakarta.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By