Prarancangan Pabrik Amonium Klorida dari Amonium Sulfat dan NaCl Kapasitas 200.000 Ton/tahun
Loading...
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Amonium klorida umumnya digunakan dalam berbagai industri seperti pada pupuk,
baterai, dan farmasi. Kebutuhan akan amonium klorida saat ini masih dipenuhi
dengan cara mengimpornya. Untuk alasan ini, kemampuan mendirikan pabrik
amonium klorida sangat penting untuk memenuhi permintaan amonium klorida di
dalam negeri. Amonium klorida diperoleh dari reaksi antara amonium sulfat dan
natrium klorida pada suhu 100°C dan tekanan 1 atm dalam reaktor tanki
berpengaduk (Continuous Stirred Tank Reactor). Melalui sejumlah pertimbangan
seperti pasokan bahan baku, transportasi, tenaga kerja dan pemasaran, pabrik
amonium klorida akan didirikan di kawasan industri Gresik, Jawa Timur. Pabrik
amonium klorida ini dirancang dengan kapasitas 200.000 ton/tahun dan beroperasi
selama 330 hari selama 24 jam sehari. Kebutuhan material amonium sulfat yang
digunakan dari PT. Petrokimia Gresik, dan natrium klorida dari PT Garam
Indonesia. Kebutuhan air sebanyak 1.864.050 kg/jam, kebutuhan tekanan udara
70.224 m3
/jam dan kebutuhan listrik sebesar 331 kW yang dijamin oleh PLN serta
mempunyai daya cadangan menggunakan genset. Penyediaan pasokan pendukung
seperti unit bahan bakar dan pasokan udara panas dan kompresi diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan pabrik. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik
amonium klorida akan memiliki nilai Return on Investment (ROI) sebelum pajak
sebesar 32% dan Return on Investment setelah pajak sebesar 25%. Hasil analisis
perhitungan Payment Out Time (POT) didapatkan selama 1,5 tahun sebelum pajak
dan 2 tahun setelah pajak, serta nilai Break Even Point (BEP) sebesar 44% nilai
Shut Down Point (SDP) sebesar 32%. Dari data analisis kelayakan di atas, dapat
disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak
mendirikan.