<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Optimasi Proses Pewarnaan Alami Tekstil dengan Sifat Antibakteri Menggunakan Ekstrak Kayu Secang dan Ekstrak Daun Jenitri: Pengaruh Beberapa Jenis Pelarut dan Jeruk Nipis Sebagai Larutan Mordan dan Fiksator

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kaitan antara pemanasan global dan pandemic COVID-19 memunculkan kebutuhan akan upaya pencegahan pemanasan global dan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pewarnaan alami yang ramah lingkungan menggunakan ektraksi dari kayu secang dan daun jenitri menggunakan dua metode yaitu perebusan dan maserasi, menggunakan tiga jenis kain diantaranya katun, rayon dan lyocell. Selain itu, penelitian ini juga menilai pengaruh pewarnaan alami dengan senyawa antibakteri terhadap kain dan analisis pengaruh jeruk nipis sebagai bahan mordan dan fiksator. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi penggunaan pewarnaan alami dari kayu secang dan daun jenitri yang mengandung zat antibakteri pada kain berbahan dasar selulosa, serta peran yang dimainkan oleh bahan mordan jeruk nipis dalam pewarnaan tekstil ramah lingkungan. Hasil pengujian kelunturan warna pada hampir seluruh kain menunjukan skala 5 yang mengindikasikan ketahanan luntur kain sangat baik. Lalu pada hasil uji beda warna pada seluruh nilai ΔE*ab pada kain menunjukan kain yang diawarnai dengan ekstraksi perebusan memiliki perbedaan warna yang lebih besar dengan kain standar dibandingkan dengan kain yang diwarnai dengan ektraksi maserasi. Pada hasil uji anti bakteri kain yang diwarnai ektraksi metode maserasi memiliki zona hambat 7 mm sedangkan yang diwarnai secang tidak memiliki zona hambat yaitu 0 mm.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By