Prarancangan Pabrik Asam Formiat dari Metil Formiat dan Air dengan Kapasitas 30.000 Ton/tahun
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Indonesia merupakan negara berkembang dengan perkembangan berbagai sektor industri yang cukup pesat, salah satunya pada bidang industri kimia berupa produksi asam formiat. Asam formiat sendiri merupakan bahan kimia yang dapat digunakan diberbagai sektor industri seperti industri karet sebagai koagulan, industri tekstil sebagai bahan pencampur warna, industri farmasi sebagai desinfektan, dan sebagainya. Penggunaan asam formiat yang terus meningkat tidak sebanding dengan tingkat produksi asam formiat di Indonesia yang hanya memiliki satu pabrik saja. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri, maka akan dibuat prarancangan pabrik asam formiat dari metil formiat dan air dengan kapasitas 30.000 ton/tahun menggunakan proses hidrolisis. Pada proses produksi akan dibutuhkan bahan baku metil formiat sebanyak 6.264,884 kg/jam dan air sebanyak 2.565,744 kg/jam untuk menghasilkan metil formiat sebanyak 3.787,879 kg/jam. Proses hidrolisis ini akan memanfaatkan air yang bersumber dari air laut yang kemudian diolah menggunakan membran reverse osmosis dan bahan baku berupa metil formiat akan di impor dari China. Pabrik ini direncanakan untuk didirikan di Gresik, Jawa Timur. Proses reaksi ini akan terjadi di Reaktor Alir Tangki Berpengaduk dengan tekanan 9 atm dan suhu 120°C. Uji analisis resiko menyatakan bahwa pabrik ini memiliki resiko yang rendah dari aspek bahan baku, produk, dan kondisi operasi. Namun, berdasarkan uji kelayakan dari prarancangan pabrik ini menunjukkan bahwa pabrik akan mengalami kerugian setelah pajak sebesar Rp.218.346.082.289. Sehingga, nilai ROI sebelum pajak didapat sebesar - 56,59% dan ROI sesudah pajak sebesar -45,27%, serta pay out time (POT) sebelum pajak selama -2,06 tahun dan POT sesudah pajak selama -2,68 tahun. Maka, dapat disimpulkan bahwa pabrik asam formiat dari metil formiat dan air dengan kapasitas 30.000 ton/tahun ini tidak layak bangun akibat biaya produksi yang begitu besar, terutama dari biaya pembelian bahan baku berupa metil formiat yang tinggi.