Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Jamurendofit Strain Colletotrichum Gloeosporioides (Hcl-1) Dancolletotrichum Aenigma (Hcl-3) dari Daun Tanamanhouttuynia Cordataterhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Atcc 6598 dan Escherichia Coli Atcc 35218
| dc.Identifier.NIM | 19613210 | |
| dc.contributor.author | Yunita, Inayatul Maula | |
| dc.date.accessioned | 2024-01-04T03:49:31Z | |
| dc.date.available | 2024-01-04T03:49:31Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Latar belakang: Houttuynia cordata (H. cordata) atau tanaman amis-amisan diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi seperti antibakteri, antivirus, antijamur, dan antiinflamasi. Kelompok jamur dari Colletotrichum sp. dari H. cordata diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Colletotrichum gloeosporioides dan Colletotrichum aenigma juga diketahui memiliki berbagai aktivitas, salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Kurangnya pemanfaatan H. cordata dan maraknya kejadian resistensi antibiotik menjadi dasar penelitian ini penting dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan H. cordata sebagai sumber bahan obat baru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri jamur endofit strain Colletotrichum gloeosporioides (HCL-1) dan Colletotrichum aenigma (HCL-3) yang diisolasi dari daun tanaman H. cordata terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6598 dan Escherichia coli ATCC 35218. Metode: Metode pembiakan jamur yang digunakan yaitu dengan menumbuhkannya pada media MEA. Sedangkan identifikasi jamur dilakukan secara morfologi dan molekuler. Metode ekstraksi yang dipakai yaitu Ultrasaound Assisted Extraction (UAE) menggunakan gelombang ultrasonik di atas 20 khz. Kemudian dilakukan uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dan dilakukan analisis hasil dengan mengukur diameter zona hambat yang dihasilkan pada lubang sumuran dan dianalisis secara deskriptif. Hasil : Didapatkan hasil berupa diameter zona hambat yang terbentuk pada ekstrak C. gloeosporioides (HCL-1) 10mg/mL terhadap S. aureus ATCC 6598 sebesar + 9,85 mm. Sedangkan pada pengujian terhadap E. coli ATCC 35218, C. gloeosporioides (HCL-1) 10mg/mL tidak memiliki daya hambat. Kemudian pada ekstrak C. aenigma (HCL-3) 10mg/mL tidak memiliki aktivitas penghambatan baik terhadap S. aureus ATCC 6598 maupun E. coli 35218. Kesimpulan : Jamur yang memiliki aktivitas penghambatan terhadap S. aureus ATCC 6598 hanya C. gloeosporioides (HCL-1). Sedangkan pada pengujian terhadap E. coli ATCC 35218, tidak satupun memiliki aktivitas penghambatan. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/46148 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Jamur Endofit | en_US |
| dc.subject | Houttuynia Cordata | en_US |
| dc.subject | Antibakteri | en_US |
| dc.subject | Staphylococcus Aureus | en_US |
| dc.subject | Escherichia Coli | en_US |
| dc.title | Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Jamurendofit Strain Colletotrichum Gloeosporioides (Hcl-1) Dancolletotrichum Aenigma (Hcl-3) dari Daun Tanamanhouttuynia Cordataterhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Atcc 6598 dan Escherichia Coli Atcc 35218 | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |