Pengembangan Game Tower Defense Sebagai Media Edukasi Situs Budaya
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Situs budaya merupakan lokasi di darat dan/atau di air yang mengandung tinggalan budaya sebagai bukti aktivitas atau kejadian masa lalu dan memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan sehingga perlu dilestarikan. Namun, berbagai temuan dan data survei kebudayaan menunjukkan keterpaparan dan minat generasi muda terhadap informasi warisan budaya masih terbatas, terutama ketika penyampaian materi bersifat pasif, serta terdapat indikasi kesenjangan antara pengakuan pentingnya heritage dan pengetahuan faktual yang spesifik. Kondisi ini mendorong kebutuhan media edukasi yang lebih interaktif dan selaras dengan kebiasaan konsumsi media generasi muda. Penelitian ini bertujuan mengembangkan game edukasi bergenre tower defense pada platform PC bertema pelestarian situs budaya Yogyakarta, dibatasi pada tiga situs: Panggung Krapyak, Benteng Vredeburg, dan Candi Sambisari. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE dengan integrasi microlearning melalui micro-card (ringkasan materi), micro-task (kuis singkat), dan ensiklopedia di dalam game sebagai rujukan. Evaluasi meliputi pengujian fungsional (blackbox) untuk memastikan fitur utama berjalan sesuai rancangan, serta pengujian pengguna pada 11 mahasiswa usia 19–23 tahun menggunakan pre-test dan post-test (butir sama) dan USE Questionnaire (Usefulness, Ease of Use, Satisfaction). Hasil menunjukkan game berjalan baik secara teknis, mengindikasikan peningkatan pengetahuan pemain yang didukung analisis statistik, serta memperoleh respons usability positif pada aspek kegunaan, kemudahan penggunaan, dan kepuasan. Secara keseluruhan, game ini berpotensi menjadi media edukasi interaktif untuk mendukung peningkatan pengetahuan dasar situs budaya Yogyakarta melalui integrasi microlearning dalam alur permainan.