<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Prarancangan Pabrik Aluminium Oksida dari Bauksit dan Larutan Natrium Hidroksida Kapasitas 300.000 Ton/tahun

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pabrik aluminium oksida dengan kapasitas 300.000 ton/tahun direncanakan akan dibangun di Sanggau, Kalimantan Barat. Pabrik ini akan beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun dengan lahan seluas 24.551 m2

. Proses produksi aluminium oksida menggunakan proses Bayer dengan larutan natrium hidroksida. Proses Bayer diawali dengan pemecahan dan penghalusan bauksit guna memperoleh ukuran partikel yang lebih kecil dan luas permukaan yang lebih besar. Bauksit yang telah dihaluskan kemudian dicampurkan dengan larutan NaOH di dalam reaktor alir tangki berpengaduk pada suhu 140oC dan tekanan 4 atm. Penggunaan natrium hidroksida (NaOH) sebagai bahan utama sangat korosif dan berbahaya, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menghindari kecelakaan kerja. Selain itu, suhu tinggi pada rotary kiln yang mencapai 635°C meningkatkan potensi bahaya ledakan dan kebakaran, sehingga pengendalian operasi yang ketat sangat diperlukan. Proses. Parameter kelayakan pendirian pabrik menggunakan analisis ekonomi keuntungan pabrik sebelum pajak Rp922.421.096.801 dan setelah pajak Rp599.573.712.921 dengan setiap tahun total penjualan Rp11.096.025.840.000. Analisa kelayakan dilihat dari nilai Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 74% dan setelah pajak sebesar 48%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 1,19 tahun dan setelah pajak selama 1,72 tahun, Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 17,88%, Break Event Point (BEP) sebesar 45,07%, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 37,29%. Dapat diketahui keuntungan hasil analisa menunjukkan bahwa pabrik aluminium oksida ini memiliki tingkat resiko tinggi (high risk).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By