Pengaruh Variasi Suhu Larutan Pewarna dan Durasi Perendaman Spesimen pada Proses Anodizing Aluminium 6061 terhadap Pemerataan Warna menggunakan Pewarna Alami Kunyit
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Anodisasi merupakan serangkaian proses elektrokimia yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan korosi serta kekuatan pada permukaan logam. Proses anodisasi biasa dilakukan pada aluminium. Proses ini menghasilkan lapisan oksida yang tebal dan keras pada permukaan logam dengan mereaksikan oksigen (O2) dari larutan elektrolit. Penelitian ini menggunakan pewarna alami kunyit (Curcuma Longa). Kunyit mengandung pigmen yang memberikan warna kuning pada jaringan tumbuhan dari kunyit yaitu curcuminoid yang diperoleh dari rimpang kunyit yang telah diparut halus dan diperas untuk memisahkan sari dari kunyit. Pada penelitian ini, variasi suhu larutan pewarna yaitu 60oC, 80oC, dan 100oC dengan waktu pencelupan yaitu 20, 30, dan 40 menit yang bertujuan untuk menentukan bagaimana variasi suhu larutan pewarna dan durasi perendaman spesimen pada proses anodisasi dapat mempengaruhi ketebalan lapisan oksida, ketahanan terhadap asam dan korosi dengan menggunakan aluminium 6061 sebagai spesimen. Dapat disimpulkan bahwa pada proses anodizing menggunakan pewarna alami kunyit mampu mendapatkan hasil distribusi warna yang merata pada proses anodizing selama 30 menit dan suhu larutan pewarna pada suhu 80oC karena pada suhu ini sudah cukup tinggi untuk membantu proses penyerapan warna ke dalam pori-pori.