Pengaruh Dzikir Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di Klinik Al-Basyariah Depok
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Peningkatan jumlah tindakan sectio saesarea tanpa indikasi medis memberi dampak pada morbiditas dan mortilitas ibu. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah tersebut adalah nyeri persalinan. Selain itu, dampak buruk dari nyeri persalinan dapat menyebabkan partus lama. Hal tersebut dapat mengancam angka kematian ibu. Padahal target global MDGs untuk menurunkan AKI di tahun 2015 belum tercapai. Sehingga Kemenkes mengadakan program EMAS yang salah satunya adalah meningkatkan kualitas pelayanan obstetric dan kelahiran. Peningkatan kualitas tersebut dapat dilakukan melalui terapi non-farmakologi sebagai pendukung pelayanan, misalnya dzikir yang akan diteliti pada penelitian ini. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh dzikir terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif fi Klinik Al-Basyariah Depok Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan two group pre-post test yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Jumlah subjek sebanyak 60 orang, masing-masing kelompok 30 orang. Subjek adalah ibu bersalin kala I fase aktif di Klinik Al-Bayariah Depok dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran nyeri numerik (NRS). . Hasil : Dari analisis didapatkan nilai p dengan uji wilcoxon pada kelompok kontrol sebesar 0.309 sedangkan pada kelompok intervensi sebesar 0.000. Pada uji chi-square didapatkan nilai p sebesar 0.001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intervensi berupa dzikir dan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Kesimpulan : Angka nyeri pada kelompok intervensi lebih banyak mengalami mengalami penurunan. Pada kelompok intervensi nilai pre-post test lebih banyak mengalami perubahan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sehingga dapat sisimpulkan bahwa dzikir dapat digunakan untuk alternatif terapi non-farmakologi untuk persalinan kala I fase aktif