<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Implementasi Metode Hiradc Pada Pekerjaan Bored Pile ( Studi Kasus : Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-yogyakarta-nyia Kulon Progo Seksi Ii Paket 2.1)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

DOI

Abstract

Pekerjaan konstruksi merupakan salah satu aktivitas yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja cukup tinggi, khususnya pada proyek skala besar seperti Proyek Pembanguna Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.1. Salah satu pekerjaan dengan potensi bahaya signifikan adalah pekerjaan bored pile, yang melibatkan berbagai tahapan mulai dari persiapan, pengeboran, pemasangan tulangan besi, pengecoran, hingga finishing. Mengingat pentingnya keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan, diperlukan suatu metode analisis yang mampu mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. Dengan demikian, metode analisis yang bisa diterapkan dalam risiko kecelakaan kerja yaitu metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control). Penelitian ini dilakukan dengan berpedoman pada Permen PUPR No.10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang muncul pada pekerjaan bored pile di Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.1, menilai tingkat risikonya, serta menyusun upaya pengendalian risiko menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Data penelitian diperoleh melalui studi literatur, dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK), serta observasi langsung di lapangan. Hasil identifikasi dan penilaian risiko kemudian dituangkan ke dalam tabel HIRADC untuk memudahkan proses verifikasi oleh pihak HSE konsultan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh tahapan pekerjaan bored pile ditemukan sejumlah 46 bahaya dengan tingkat risiko bervariasi, mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Untuk tingkat risiko kecil sebanyak 4 risiko (8,70%), tingkat risiko sedang sebanyak 41 risiko (89,13%), dan tingkat risiko besar sebanyak 1 risiko (2,17%). Melalui penerapan metode HIRADC, diperoleh strategi pengendalian risiko berdasarkan tingkatan pengendalian, yaitu rekayasa teknik, kontrol administrasi, dan penggunaan alat pelindung diri. Penerapan pengendalian ini terbukti mampu menurunkan tingkat risiko seperti tingkat risiko kecil menjadi 45 risiko (97,83%), tingkat risiko sedang menjadi 1 risiko (2,17%), dan tingkat risiko besar menjadi tidak ada.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By