<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penerimaan Diri Dan Harga Diri Pada Wanita Yang Mengalami Body Shaming

dc.Identifier.NIM14320285
dc.contributor.advisorYulianti Dwi Astuti, S.Psi. M.Soc. Sc.,
dc.contributor.authorMEGA RISTANTI
dc.date.accessioned2021-11-25T05:03:38Z
dc.date.available2021-11-25T05:03:38Z
dc.date.issued2021-06-21
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dan harga diri pada wanita yang mengalami body shaming di Indonesia. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dan harga diri pada wanita yang mengalami body shaming. Subjek penelitian sebanyak 103 orang wanita dengan rentang usia 18-40 tahun yang berada di beberapa wilayah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan dua skala, skala pertama adalah skala gabungan dari Expressed Acceptance on Scale Test dari Berger (1952) dan Self Acceptance Scale dari Hurlock (1952), Self Acceptance Scale dari Hurlock (2013) untuk mengukur tingkat kemampuan penerimaan diri, dan skala kedua adalah State Self esteem Scale dari Heatherton dan Polivy (1991) untuk mengukur tingkat keberhargaan diri. Kedua alat ini dinyatakan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha (α) masing-masing α = 0.878 dan α = 0.861. Hasil analisis data dengan teknik Product Moment ditemukan bahwa ada hubungan postif antara penerimaan diri dan harga diri pada wanita yang mengalami body shaming (p= 0.000 ; r = 0.795 ) artinya semakin tinggi penerimaan diri maka semakin tinggi harga diri pada wanita yang mengalami body shaming, begitu pula sebaliknya. Penerimaan diri memiliki pengaruh sebesar 63% pada harga diri.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/34662
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenerimaan Dirien_US
dc.subjectHarga Dirien_US
dc.subjectBody Shamingen_US
dc.titlePenerimaan Diri Dan Harga Diri Pada Wanita Yang Mengalami Body Shamingen_US

Files

Collections