<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hermeneutika sebagai Pendekatan Alternatif dalam Pembelajaran Tafsir dan Ilmu Tafsir di Perguruan Tinggi Agama Islam (Studi Tawaran Hermeneutika untuk Pembelajaran Tafsir dan Ilmu Tafsir di STAIN Pekalongan)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Dalam wacana keilmuan Islam tafsir dan imu tafsir menempati posisi strategis dalam membentuk pemikiran masyarakat muslim secara luas. Hal ini di sebabkan oleh adanya jenomena penafsiran yang di anggap sakral dan mapan. Lebih-lebih dalam proses pembelajarannya yang cenderung normatif teologis. Tak pelak hal ini terjadi dalam pembelajaran tafsir dan ilmu tafsir di Perguruan Tinggi Agama Islam. Paradigma kesakralan dan kemapanan tafsir dan ilmu tafsir telah menjadikan para ilmuan di perguruan tinggi lebih suka menutup diri dari kemungkinan adanya pergeseran nilai-nilai pokok dalam penafsiran yang turut menyertai perubahan zaman, makan, dan ahwal sebagai tradisi perkembangan keilmuan. Hal ini berujung pada berkurangnya nilai-nilai universalitas yang melekat pada diri al-Quran sebagai Hudan Linnas. Paradigma berfikir autis transendentalis nampak pada proses pembelajaran tafsir dan ilmu tafsir di STAIN Pekalongan. Hal ini nampak dari materi yang di ajarkan berupa tafsir tafsir yang sudah masak dan siap di konsumsi. Nasakh - mansukh di anggap sebagai fenomena beku dari realitas ayat al Quran yang tak mungkin bertambah lagi. Fenomena asbabun nuzul pun dianggap sebagai fenomena mati dari realitas ayat al-Quran memiliki sebab sebab di turunkan dan ayat al Quran yang yang tak mempunyai sebab mengapa di turunkan. Sangat paradoksial apabila kita hadapkan dengan tujuan di turunkannya al Quran sebagai Hudan Linnas. Dalam proses ini yang muncul adalah mengulang sesuatu yang sudah pernah ada sejak dahulu tanpa menumbuhkan kreasi baru untuk kepentingan umat. Sebagai sebuah solusi alternatif, dalam proses pebelajaran tafsir dan ilmu tafsir di Perguruan Tinggi Agama Islam terutama di STAIN Pekalongan, perlu adanya perubahan paradigma dalam pendekatan pembelajaran. Berpindah dari pendekatan pembelajaran yang bersifat normatif teologis pada pendekatan filosofis yang bersifat hermeneutis. Hal ini penting dalam rangka menghindari cara berfikir purtikulir yang cenderung mengklaim kebenaran hanya milik sa'u metodologi berfikir saja. Dengan pendekatan hermeneutik dalam proses belajar mahasiswa akan memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengembangkan keilmuannya dalam bidang tafsir dan ilmu tafsir. Hal ini akan semakin membuka peluang untuk terjadinya proses Islamisasi ilmu pengetahuan secara alami, baik oleh ilmu social, antropologi, ataupun ilmu – ilmu humaniora pada umumnya. Paradigma befikir kritis hermeneutis akan mampu menjawab persoalan baru dan seluruh dinamika perkembangan berfikir mahasiswa yang tidak pernah lepas dari arus globalisasi dalam berfikir maupun berbudaya. Membangkitkan kembali nilai-nilai universalitas al-Quran yang semakin hari kian memudar. Sebuah tantangan baru bagi para ilmuan dan akademisi serta para praktisi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By