<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penggunaan Antivirus Favipiravir Pada Pasien Covid-19 : Kajian Naratif

dc.Identifier.NIM17613067
dc.contributor.advisorapt. Annisa Fitria, M.Sc.
dc.contributor.advisorDr. apt.Vitarani D.A Ningrum
dc.contributor.authorFADIYAH ULFAH HANUR
dc.date.accessioned2021-11-24T05:29:27Z
dc.date.available2021-11-24T05:29:27Z
dc.date.issued2021-07-08
dc.description.abstractCOVID-19 adalah suatu penyakit pernafasan akut karena infeksi SARS CoV-2. COVID-19 dinilai dapat menyebabkan morbiditas yang tinggi sehingga membutuhkan target pengobatan yang tepat. Favipiravir adalah antivirus yang secara selektif menghambat RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) virus. Favipiravir mengalami fosforibosilasi intraseluler menjadi bentuk aktif, Favipiravir-ribofuranosyl 5′-triphosphat (Favipiravir-RTP) yang dikenali sebagai substrat dari RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) dan menghambat aktivitas sintesis RNA virus. Hingga saat ini izin penggunaan Favipiravir pada pasien COVID-19 di indonesia dan beberapa negara lain seperti india, cina dan jepang masih bersifat izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA), Kajian ini bertujuan mengidentifikasi beberapa studi yang membuktikan efektivitas dan keamanan penggunaan Favipiravir pada pasien COVID-19. Metode pencarian menggunakan media elektronik pubmed dan science direct dengan kata kunci “Efficacy”, “Favipiravir” , “Treatment”, “Safety“, SARS-COV2”, disertai penambahan imbuhan “AND” dan “OR” dengan artikel yang ter- publikasi mulai desember tahun 2019. Hasil penelusuran literatur di dapatkan 8 artikel yang dikaji dalam kajian ini sesuai dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Hasil kajian literatur menunjukkan pemberian Favipiravir bersamaan dengan lopinavir/ritonavir atau klorokuin dengan besaran dosis Favipiravir 3200 mg/hari dilanjutkan 1200 mg/hari, masing-masing dalam 2 dosis terbagi, dinilai efektif memperbaiki gejala klinis pasien COVID-19 dengan gejala ringan-sedang pada pemberian awal. Sementara itu, untuk pasien dengan gejala berat pemberiannya bersama dengan arbidol, klorokuin dan Interferon beta1B tidak menimbulkan respon klinis yang memadai. Namun, pemberian Favipiravir bersama anti IL-6 tocilizumab menunjukkan efek yang cukup baik. ADE (Adverse drug event) yang paling sering dilaporkan dalam penggunaan Favipiravir adalah hiperurisemia dan peningkatan kadar alanin aminotransferase (ALT). Kajian ini menyimpulkan respon klinis terbaik Favipiravir ditunjukkan pada pasien COVID-19 dengan gejala ringan-sedang awal.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/34632
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCOVID-19en_US
dc.subjectFavipiraviren_US
dc.subjectKajian Naratifen_US
dc.titlePenggunaan Antivirus Favipiravir Pada Pasien Covid-19 : Kajian Naratifen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
17613067 Fadiyah Ulfah Hanur.pdf
Size:
260 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections