Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan dalam Manajemen Berbasis Sekolah di SMA Muhammadiyah Wonosobo
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui strategi apa yang diterapkan oleh para pemangku wewenang di SMA Muhammadiyah Wonosobo sehingga menjadi berkembang sedemikian pesat, dan apa faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam melaksanakan strategi tersebut. Dari latar belakang masalah tersebut, maka dari itu peneliti memutuskan untuk meneliti dan mengamati tentang "Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Dalam Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Muhammadiyah Wonosobo". Penelitian ini merupakan penelitian lapangan bersifat deskriptif kualitatif non statistik dengan menggunakan studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan dalam menentukan informan, menggunakan teknik purposive. Selanjutnya data dianalisis dengan analisis interaktif dari Milles dan Hubberman,yang terdiri dari tiga hal utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa SMA Muhammadiyah Wonosobo memiliki strategi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dengan mengembangkan 6 pilar keunggulan, Sekolah Islami, Sekolah Rujukan, Sekolah Kewirausahaan, SKS, Boarding School (Tren Class), dan Standarisasi Mutu ISO 9001: 2015. Untuk mengoptimalkan peningkatan mutu pendidikan menggunakan empat cara yaitu pertama, planning (Perencanaan) melalui RKAS, berdasar EDS, dan analisis SWOT, dituangkan pada perencanaan kurikulum, kesiswaan, personalia, keuangan dan sarana prasarana yang akan dilakukan, kedua, organizing (Pengorganisasian) dengan pembagian tugas dan peran secara proporsional dalam mewujudkan sekolah yang bermutu, ketiga, actuating (Pelaksanaan/Penggerakan) melalui sarana prasarana, sekolah merupakan wiyata mandala yaitu lingkungan pendidikan yang di dalamnya terdapat proses belajar mengajar sehingga menjadikan sekolah yang ramah, lingkungan bersih, indah, rapi, nyaman serta lengkap sarana prasarananya, keempat, controling (Pengendalian) mengelola peserta didik dengan evaluasi mingguan, semester, hasil nilai PH dan PAS, selain itu pengendalian peserta didik di bidang peribadatan dengan absensi sholat berjamaah, kartu kendali Al Quran, dan juga laporan hasil kegiatan ekstrakurikuler, melalui supervisi kelas dan administrasi pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah atau penunjukan kepala sekolah kepada pihak lain untuk menggantikannya dalam proses supervisi.