Analisis dan Mitigasi Risiko pada Rantai Pasok Industri Logam menggunakan Metode House of Risk (Studi Kasus : PT. Sinar Semesta)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Rantai pasok adalah kunci keberhasilan dari sebuah bisnis. Jika suatu bisnis dapat mengelola rantai pasoknya dengan tepat maka bisnis tersebut dapat mempertahankan posisinya. Namun pada nyatanya aktivitas yang terdapat didalam rantai pasok tidaklah sederhana, karena mencakup semua proses bisnis yang berjalan dari awal hingga akhir serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sehingga sangat mungkin untuk adanya risiko yang muncul pada aktivitas rantai pasok sebuah bisnis. PT. Sinar Semesta adalah salah satu bentuk bisnis yang didirikan di klaten dan bergerak di industri logam yang berfokus pada pengecoran logam dengan hasil produk berupa komponen pabrik, pertambangan dan alat berat, sarana dan prasarana kereta api, hingga galangan kapal dan pelabuhan. Aktivitas rantai pasok yang terdapat didalamnya sangatlah kompleks dan memungkin timbulnya berbagai risiko yang dapat mengganggu perusahaan, akan tetapi hingga saat ini belum adanya kesadaran penuh dari perusahaan terhadap risiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, perlu dilakukan manajemen risiko rantai pasok di PT. Sinar Semesta untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko dan merancang aksi mitigasi yang tepat dengan menggunakan metode House of Risk. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 risk event dan 18 risk agent dengan 3 risk agent prioritas yang terdiri dari kelangkaan bahan baku dengan nilai ARP sebesar 1596, kelalaian pekerja dengan nilai ARP sebesar 1330, dan kualitas bahan bakau rendah dengan nilai ARP sebesar 576. Berdasarkan ketiga risiko prioritas tersebut didapatkan 9 aksi mitigasi yaitu perluasan jaringan supplier, persiapan bahan baku alternatif, penerapan sistem safety stock, peningkatkan pengawasan pekerja, perketat peraturan dan standar operasional prosedur, pelaksanaan pelatihan atau training bagi pekerja, pemilihan supplier secara selektif, serta percobaan untuk peningkatan kualitas produk akhir dengan kualitas bahan baku rendah.