<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Bias Pengambilan Keputusan dalam Menentukan Waktu Lelang Proyek pada Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus: LPSE pada Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Proyek merupakan kegiatan yang memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang ditentukan. LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) adalah sistem pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik dengan memanfaatkan dukungan teknologi informasi. Sistem LPSE ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, mutu, dan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Layanan yang tersedia dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) saat ini adalah e-tendering yang dimana penentuan penjadwalannya berdasarkan waktu deterministik yang sering sekali terjadi keterlambatan proses lelang. Pada penelitian ini maka dilakukan eksplorasi bias dalam mengestimasi waktu overall project time dan activities project time pada waktu lelang proyek LPSE. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya fenomena judgmental biases dalam pengambilan keputusan estimasi waktu tendering LPSE. Dari hasil perhitungan bias yang dilakukan didapatkan bias yang terjadi pada LPSE Provinsi Yogyakarta, LPSE kota Yogyakarta, LPSE gabungan wilayah kota, dan LPSE gabungan seluruh wilayah Provinsi Yogyakarta. Berdasarkan analisis bias tahapan yang paling berpengaruh terhadah bias yang terjadi diwilayah Yogyakarta adalah tahapan evaluasi dokumen pascakualifikasi, dan tahapan pengumuman pemenang yang penyebab dari bias yang terjadi pada tahapan tersebut adalah human eror dan permasalahan pada server aplikasi. Penelitian ini juga menemukan pola distribusi data yang mewakili waktu lelang proyek LPSE Wilayah Yogyakarta adalah Beta [17,, 146, 2,, 27,7] yang mana distirubusi ini dapat dijadikan patokan dalam analisis resiko proyek.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By