Perbandingan Karakteristik Campuran Superpave Bergradasi Atas dan Bergradasi Tengah Pada Berbagai Metode Pencampuran
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Gradasi Superpave telah menjadi acuan dalam perancangan campuran aspal pada proyek pembangunan jalan modern. Sistem gradasi ini dirancang untuk mengoptimalkan kinerja dan memperpanjang umur layanan perkerasan dengan mempertimbangkan variasi kondisi lingkungan serta beban lalu lintas. Komposisi gradasi agregat memegang peranan krusial dalam proses pencampuran Superpave, karena memengaruhi kualitas mekanis campuran aspal, termasuk stabilitas, ketahanan terhadap aus, dan resistansi terhadap retak. Pemilihan jenis gradasi, beserta proporsi agregat kasar dan halus terhadap total berat campuran, akan berpengaruh langsung pada kekuatan, stabilitas, serta daya tahan campuran aspal terhadap kerusakan akibat deformasi plastis maupun retak lelah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi metode pencampuran terhadap karakteristik Marshall, sifat volumetrik, dan ketahanan campuran Superpave. Tiga metode pencampuran digunakan, yaitu metode konvensional, bertahap 2, dan bertahap 3, dengan dua jenis gradasi agregat (gradasi atas dan gradasi tengah). Pengujian meliputi parameter Marshall Standard (MS) yang terdiri dari stability, flow, dan Marshall Quotient, sifat volumetrik (VITM, VMA, dan VFWA), serta ketahanan terhadap kelembaban (Index of Retained Strength) dan kekuatan tarik tidak langsung (Indirect Tensile Strength). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bertahap 3 pada gradasi atas memberikan kinerja terbaik dengan nilai stability 1.520 kg dengan persen selisih 2,08% terhadap metode konvensional, flow 3,17 mm dengan persen selisih penurunan sebesar 3,94%, MQ 479,51 kg/mm dengan persen selisish kenaikan dari metode konvensional sebesar 5,93%, VITM 3,01% dengan persen penurunan sebesar 4,65% terhadap metode konvensional, VFWA 82,61% dengan persen selisih kenaikan sebesar 0,82% dari metode konvensional, IRS 94,52% dengan persen selisih kenaikan 3,28%, ITS 22,03 kg/cm2 dengan persen selisih kenaikan sebesar 12,13%, dan CL 2,68% dengan persen selisih penurunan sebesar 40,46% dari metode konvensioanal, yang seluruhnya memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Penerapan metode bertahap 3 direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja struktural dan durabilitas perkerasan jalan pada lalu lintas berintensitas tinggi.