Pengetahuan dan Sikap Apoteker Komunitas terhadap Kesehatan Mental di Wilayah Kecamatan Godean dan Gamping Kabupaten Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Kesehatan mental adalah kondisi penting yang berdampak besar pada individu dan masyarakat. Dari data yang ditemukan berdasarkan prevalensi di global dan indonesia bahwa, kesehatan mental semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, apoteker komunitas menjadi layanan kesehatan yang menjadi titik awal interaksi masyarakat. Hal tersebut membuat peneliti ingin mengetahui sikap dan pengetahuan apoteker ketika menemukan pasien dengan gangguan mental yang bisa terlihat apabila datang ke apotek. Namun, potensi ini belum optimal karena pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan mental yang masih terbatas. Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik apoteker, menilai pengetahuan apoteker, menganalisis sikap apoteker dan menilai korelasi antara pengetahuan dengan sikap apoteker komunitas terhadap kesehatan mental. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif observasional dengan desain Cross-Sectional. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji korelasi spearman dan chi-square, analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Nilai mean pada skor pengetahuan apoteker yaitu sebesar 66,98 (SD±11,79), sedangkan nilai mean pada skor sikap yaitu 41,92 (SD±11,90). Pelatihan tentang kesehatan mental merupakan salah satu faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan apoteker komunitas dengan nilai (p=0,004). Sedangkan, faktor-faktor yang memengaruhi sikap yaitu pengetahuan (p=0,029) dan pelatihan (p=0,033). Terdapat korelasi antara skor pengetahuan dan sikap apoteker (p=0,0026, r=0,279). Kesimpulan: Mayoritas apoteker komunitas dalam penelitian ini memiliki pengetahuan yang cukup dan memiliki sikap positif terhadap isu kesehatan mental. Pelatihan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pengetahuan seseorang, sementara sikap dipengaruhi oleh pengetahuan dan pelatihan. Selain itu, terdapat hubungan positif antara pengetahuan dan sikap. semakin tinggi pengetahuan maka semakin positif sikap apoteker.