<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Efek Pemberian Ekstrak Etanol Teh Hijau (Camellia Sinensis) Terhadap Kadar Malondialdehid (Mda) Pada Hepar Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Metanol

dc.Identifier.NIM19711172
dc.contributor.authorPangesti, Shanaz Nurfitri
dc.date.accessioned2025-01-22T02:57:30Z
dc.date.available2025-01-22T02:57:30Z
dc.date.issued2023
dc.description.abstractLatar Belakang: Konsumsi miras oplosan yang mengandung bahan campuran metanol akan menyebabkan kerusakan pada hepar. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kadar MDA. Teh hijau memiliki kandungan katekin yang dapat mencegah pembentukan radikal bebas sehingga mengurangi kerusakan pada hepar. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan kadar Malondialdehid (MDA) jaringan hepar pada kelompok yang diberikan perlakuan ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensis) dibandingkan dengan kelompok tanpa perlakuan pada tikus Wistar yang diinduksi metanol Metode: Jenis penelitian ini true-eksperimental menggunakan post-test only control group. Sampel yang digunakan adalah hepar lobus kiri tikus jantan wistar sebanyak 29 buah. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok, yaitu Kelompok kontrol negatif (K1) hanya diberikan pakan standar, kelompok kontrol positif (K2) yang diinduksi methanol 20% dengan dosis 0,9ml/200grBB selama 7 hari dan kelompok perlakuan 1,2,3 (P1, P2, P3) yang diinduksi methanol 20% dosis 0,9ml/200grBB dan diberikan ekstrak teh hijau dengan dosis 1400mg/kgBB/hari, 2800mg/kgBB/hari dan 5600mg/kgBB/hari per oral selama 14 hari. Setelah mendapatkan perlakuan, dilakukan pengukuran kadar MDA. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc Bonferroni. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan perbedaan kadar MDA hepar yang signifikan pada semua kelompok tikus (p=0,000) dengan rerata kadar MDA tertinggi ke rendah berturut-turut adalah kelompok K2 (10,76 ± 0,23 nmol/mL), kelompok P1 (4,95 ± 0,46 nmol/mL), kelompok P3 (3,93 ± 0,39 nmol/mL), kelompok P2 (3,20±0,46 nmol/mL), dan kelompok K1(2,13 ± 0,19 nmol/mL) Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar Malondialdehid (MDA) jaringan hepar pada kelompok yang diberikan perlakuan ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensis) dibandingkan dengan kelompok tanpa perlakuan pada tikus Wistar yang diinduksi metanolen_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/54562
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEkstrak teh hijauen_US
dc.subjectMetanolen_US
dc.subjectMalondialdehid (MDA)en_US
dc.titleEfek Pemberian Ekstrak Etanol Teh Hijau (Camellia Sinensis) Terhadap Kadar Malondialdehid (Mda) Pada Hepar Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Metanolen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
19711172.pdf
Size:
1.22 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: