Hubungan antara Dukungan Sosial dan Kebermaknaan Hidup terhadap Kebutuhan Aktualisasi Diri pada Penyandang Tunadaksa
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini dilakukan di Center for Improving Qualified Activity in Life People with Disabilities (C.I.Q.A.L) yang melibatkan 40 responden, berumur 17 tahun ke atas, baik laki-laki maupun perempuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kebermaknaan hidup dengan kebutuhan aktualisasi diri pada penyandang tunadaksa. Penelitian ini menggunakan angket sebagai pengambilan data dengan jenis pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Berdasarkan hasil uji analisis regresi berganda diketahui bahwa p = 0.000 atau p < 0.05 dengan F hitung sebesar 27.022 dengan tingkat signifikan 0.000 sedangkan F tabel pada taraf kepercayaan 95% (0.05) adalah 3.25. Pada kedua perhitungan F hitung > F tabel dan signifikansinya 0.000 <0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan kebermaknaan hidup terhadap kebutuhan aktualisasi diri. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan kebermaknaan hidup, maka semakin tinggi pula kebutuhan aktualisasi diri, demikian sebaliknya. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan penulis diterima. Berdasarkan hasil analisis determinasi, diperoleh angka R2 (R Square) sebesar 0. 594 atau 59.4 %. Hal ini menunjukkan bahwa prosentase sumbangan pengaruh dukungan sosial dan kebermaknaan hidup terhadap kebutuhan aktualisasi diri pada penyandang tunadaksa sebesar 59.4%.