Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki Serta Faktor-faktor yang memengaruhi pada Pengobatan Gangguan Tiroid di RS PKU Muhammadiyah Gamping
| dc.Identifier.NIM | 21613085 | |
| dc.contributor.author | Khoerunnisa, Salma Khalda | |
| dc.date.accessioned | 2025-06-26T03:33:45Z | |
| dc.date.available | 2025-06-26T03:33:45Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Latar belakang: Pengobatan tiroid melibatkan berbagai pilihan obat yang memiliki tingkat efektivitas yang beragam. Selain itu, reaksi yang timbul dari penggunaan obat dapat berbeda-beda, tergantung pada berbagai faktor yang memengaruhinya. Tujuan: Penelitian ini menilai efektivitas dan menganalisis gambaran kejadian reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) serta faktor-faktor yang memengaruhi dari penggunaan obat gangguan tiroid di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian menggunakan rancangan observasional potong-lintang retrospektif pada pasien gangguan tiroid di RS PKU Muhammadiyah Gamping periode 2020–2024. Analisis hasil: Efektivitas dan ROTD dinilai berdasarkan gejala dan/atau tanda klinis dalam rekam medis. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji bivariat (chi-square/Fisher exact) dan regresi logistik multivariat, dengan hasil disajikan dalam nilai p, odds ratio (OR), dan interval kepercayaan 95% (IK95%). Hasil: Penelitian melibatkan 102 pasien hipertiroid dengan kombinasi PTU dan propranolol, serta 6 pasien hipotiroid dengan tunggal levotiroksin sebagai regimen pengobatan paling efektif. Faktor yang memengaruhi efektivitas hipertiroid yaitu usia (OR 3,266, IK 95% 1,112 – 11,795) dan jenis kelamin (OR 3,490, IK 95% 1,028 – 11,852). ROTD akibat penggunaan obat hipertiroid antara lain hipotiroid iatrogenik dan intoleransi gastrointestinal. Adapun pada pasien hipotiroid tidak dilakukan analisis mendalam dikarenakan keterbatasan jumlah sampel. Kesimpulan: Mayoritas pasien gangguan tiroid yang mendapatkan pengobatan menunjukan respon klinis yang diharapkan dengan kejadian ROTD pada pasien hipertiroid terjadi pada 15 pasien (14,7%). Sedangkan pada pasien hipotiroid tidak ditemukan kejadian ROTD. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/56596 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Hipotiroid | en_US |
| dc.subject | Hipertiroid | en_US |
| dc.subject | Efektivitas | en_US |
| dc.subject | Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki | en_US |
| dc.title | Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki Serta Faktor-faktor yang memengaruhi pada Pengobatan Gangguan Tiroid di RS PKU Muhammadiyah Gamping | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |