Rancang Bangun Purwarupa Ruang Pengering Keramik dengan Pengendalian Suhu Berbasis Mikrokontroler Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Pada Industri Keramik Tableware (Studi Kasus: IKM Bumi Mentari Art)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Proses pengeringan merupakan tahap penting dalam produksi keramik, karena ketidaktepatan dalam pengeringan dapat menyebabkan produk mengalami keretakan atau cacat. Saat ini, IKM melakukan proses pengeringan konvensional yang memakan waktu 3 sampai 5 hari sesuai dengan kondisi cuaca. Dengan demikian untuk meningkatkan produktivitasnya, perlu dibuat suatu alat untuk memperpendek waktu pengeringan keramik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi proses pengeringan keramik, menentukan kombinasi parameter optimal, serta menganalisis sensitivitas masing-masing faktor terhadap variabel respon. Metode yang digunakan adalah eksperimen full faktorial dengan dua faktor kendali: suhu pengeringan (35°C, 40°C, 45°C) dan kecepatan aliran udara (3 m/s, 4 m/s, 5 m/s), masing-masing dengan dua replikasi. Prototipe alat pengering dibuat menggunakan box pengering yang dilengkapi heater PTC dan blower, dengan sistem pengaturan on off suhu otomatis berbasis Arduino. Kecepatan blower diatur dan dikonfirmasi dengan anemometer sebelum setiap eksperimen. Variabel respon yang diamati adalah waktu pengeringan tercepat dan produk tidak mengalami defect yang berupa keretakan keramik. Berdasarkan hasil eksperimen, seluruh kombinasi perlakuan tidak menghasilkan produk cacat. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa suhu dan kecepatan udara memiliki pengaruh signifikan terhadap waktu pengeringan, sedangkan interaksi antara kedua faktor tidak signifikan. Dengan demikian, kedua faktor bekerja secara independen dalam memengaruhi proses pengeringan. Berdasar analisis Signal to Noise Ratio (SNR) diperoleh kombinasi optimal yang sama yaitu pada level ke 3 disetiap faktor kendalinya. Kombinasi parameter optimal diperoleh pada suhu 45°C dan kecepatan udara 5 m/s, yang menghasilkan waktu pengeringan tercepat yaitu dalam waktu 5 jam tanpa cacat.