Implikasi Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah Yang Masih Dalam Proses Pemecahan Sertifikat Dan Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak
| dc.Identifier.NIM | 17921053 | |
| dc.contributor.author | MUHAMMAD BILAL KURNIA RAMADHON | |
| dc.date.accessioned | 2022-08-12T06:57:07Z | |
| dc.date.available | 2022-08-12T06:57:07Z | |
| dc.date.issued | 2022-01-29 | |
| dc.description.abstract | Dalam melakukan perjanjian jual beli hak atas tanah yang masih dalam proses pemecahan sertifikat, para pihak menggunakan perjanjian pengikatan jual beli atau PPJB sebelum dibuatnya Akta Jual Beli. PPJB ini hadir dalam praktik kenotariatan karena tidak diatur secara detail di Indonesia. Selain itu, penggunaan PPJB dalam praktik jual beli tanah dapat menimbulkan implikasi tersendiri bagi para pihaknya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis implikasi perjanjian pengikatan jual beli tanah yang masih dalam proses pemecahan sertifikat dan : perlindungan hukum dari penggunaan perjanjan pengikatan jual beli tanah yang masih dalam proses pemecahan sertifikat bagi para pihak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan studi kepustakaan dengan menelusui data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisi data yang digunakan adalah analisi kualitatif serta menggunakan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa dengan digunakannya perjanjian pengikatan jual beli terhadap tanah yang masih dalam proses pemecahan sertifikat dapat memberikan potensi itikad buruk dari salah satu pihak untuk menggunakan PPJB tidak sebagaimana mestinya. Selain itu adanya kemungkinan pembatalan yang dilakukan oleh salah satu pihak yang dapat merugikan pihak lain karena sifat PPJB yang tidak mengakibatkan peralihan hak atas tanah. Perlindungan hukum yang dapat dilakukan baik itu bagi calon pembeli dan calon penjual ialah memberikan klausul didalam isi PPJB yang dapat melindungi kepentingan para pihak. Dari hasil studi ini, penulis memberikan saran agar penggunan perjanjian pengikatan jual beli di Indonesia harus diatur lebih lanjut dan mendetail. Hal ini berkaitan dengan kepentingan para pihak didalam penggunaan perjanjian pengikatan jual beli. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/38614 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Perjanjian Pengikatan Jual Beli | en_US |
| dc.subject | Perlindungan Hukum | en_US |
| dc.subject | Calon Pembeli, Calon Penjual | en_US |
| dc.title | Implikasi Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah Yang Masih Dalam Proses Pemecahan Sertifikat Dan Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak | en_US |