Reinterpretasi Ibnu Sabīl Dan Gārimīn Penerima Zakat Perspektif Fiqih Kontemporer (Studi Kasus Baznas Kota Semarang)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penafsiran golongan penerima zakat Ibnu Sabīl dan Gārimīn pada kontemporer menjadi persoalan baru, karena pada era awal islam Ibnu Sabīl dimaknai orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal, sedangkan Gārimīn adalah orang yang terlilit hutang karena dijalan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reinterpretasi terhadap Ibnu Sabīl dan Gārimīn menurut BAZNAS Semarang dan untuk menganalisis berdasarkan ulama kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan data diperoleh dari sumbernya yaitu kepala unsur pelaksana BAZNAS Kota Semarang dan dianalisis menggunakan analisi deskriptif . Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Ibnu Sabīl menurut BAZNAS Kota Semarang ialah sedang dalam perjalanan dan terjebak atau terlantar, sedangkan menurut ulama kontemporer ialah orang yang sedang melakukan perjalanan untuk tujuan ketaatan. Gārimīn menurut BAZNAS Kota Semarang ialah mencakup orang-orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dijelaskan pada ulama kontemporer bahwasannya Gārimīn ialah orang-orang yang memiliki banyak hutang baik untuk diri sendiri maupun karena terkena bencana. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan reinterpretasi pada makna Ibnu Sabīl dan Gārimīn dan memberikan rekomendasi bagi lembaga zakat agar lebih fleksibel dalam menentukan kriteria penerima zakat khususnya untuk golongan Ibnu Sabīl dan Gārimīn.