Faktor-faktor yang mempengaruhi Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Siwuluh
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Tekanan darah yang meningkat dan tidak terkontrol merupakan faktor resiko metabolik utama penyebab penyakit non-communicable disease dan kematian di dunia. Hipertensi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Tekanan darah terkontrol sangat penting untuk mencegah komplikasi, namun kesadaran penderita hipertensi terhadap penyakitnya dan faktor faktor yang mengkontrol hipertensi masih kurang. Hipertensi di Kabupaten Brebes terutama di Puskesmas Siwuluh masih cukup besar dimana salah satu faktor yang menyebabkan tidak terkontrolnya hipertensi tersebut yaitu tidak rutin minum obat, merasa sudah sehat, dan masih banyak yang tidak mengukur tekanan darah secara rutin. Tujuan Penelitian: Mengetauhi gambaran karakteristik, faktor aktivitas fisik, faktor obesitas, faktor perilaku merokok, faktor pola makan, faktor pengobatan rutin dengan terkontrolnya tekanan pada pasien di wilayah Puskesmas Siwuluh Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Siwuluh. Sampel penelitian diambil menggunakan metode convenience sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dimana total sampel yang didapat dalam penelitian ini 99 subjek. Instrumen penelitian dalam penelitian ini mengadopsi instrumen dari Prasasti (2022) untuk pola makan, IPAQ untuk aktivitas fisik, kuisioner MGLS untuk pengobatan rutin dan kepatuhan minum obat. Variabel bebas dalam penelitian ini antara lain karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, jarak domisili responden dengan fasilitas kesehatan), aktivitas fisik, IMT, intensitas merokok, rutin periksa, kepatuhan minum obat, dan pola makan, sedangkan variabel terikat tekanan darah responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square atau Fisher exact Hasil: Analisis bivariat memperoleh faktor aktivitas fisik (p value 1.000, OR 0.798, CI 95% 0.080 - 8.001), obesitas (p value 0.618, OR 2.938, CI 95% 0.295 - 29.295), faktor merokok (p value 0.154, OR 3.625, CI 95% 0.337 - 39.019), faktor riwayat pemeriksaan (p value 1.000, OR 0.956, CI 95% 0.914 - 0.999), faktor kepatuhan minum obat (p value 1.000, OR 1.043, CI 95% 0.103 - 10.527). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, obesitas (IMT), merokok, riwayat pemeriksaan, kepatuhan minum obat dengan terkendalinya tekanan darah di wilayah puskesmas siwuluh.