<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Identifikasi Hambatan Penerapan Metode Earned Value dalam Pengendalian Proyek Konstruksi (Studi Kasus Proyek Pembangunan Perumahan Royal Sindangheula, Serang)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Agar berhasil dalam melaksanakan proyek konstruksi, diperlukan manajemen yang efektif agar proyek dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan proyek sangat tergantung pada pengendalian biaya, waktu, dan kualitas yang tepat. Oleh karena itu, perlu memperhatikan faktor-faktor seperti biaya dan waktu dalam mengelola proyek. Salah satu cara untuk mengontrol proyek adalah dengan menggunakan metode Earned Value, yang dapat membantu dalam pengawasan biaya dan waktu proyek. Selain melakukan analisis penganggaran kegiatan penting dari pelaksanaan proyek adalah dengan mengidentifikasi hambatan apa saja yang muncul dalam penerapan suatu perencanaan. Identifikasi adalah proses mengenali dan menentukan identitas / hambatan dari penerapan metode tersebut melalui analisis karakteristik proses manajemen, dokumen, dan perilaku manusia. Hambatan juga dapat diartikan sebagai tantangan atau kesulitan yang harus dihadapi dalam mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan, yaitu penerapan metode Earned Value. Objek penelitian ini dilakukan pada proyek perumahan Royal Sindangheula Serang yang dibangun oleh PT. Rejeki Agung Sedaya Grup. Data yang di analisis merupakan data primer dan sekunder berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek, time schedule, wawancara pihak manajemen, dan hasil pengamatan dilapangan. Dari data tersebut dapat teridentifikasi hambatan dari penerapan metode Earned Value pada proyek pembangunan yang dilakukan. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa nilai Variasi biaya tidak ditemukan nilai negatif pada tiap periode selama 12 waktu penelitian. Kemudian dari analisis produktivitas biaya, tidak ditemukan nilai dibawah angka 1 di seluruh periode pelaporan. dari aspek perencanaan, diketahui perencanaan yang dilakukan belum dikatakan baik karena banyak sekali aspek–aspek yang terlewat dalam penentuan pekerjaan. Estimasi biaya untuk menyelesaikan proyek (EAC) proyek pembangunan perumahan Royal Sindangheula Serang selama 26 bulan kedepan sebesar Rp. 117,906,095,288. Pada aspek pencatatan, diketahui bahwa sistem pencatatan akuntansi dalam pelaksanaan proyek belum dirinci sesuai dengan tiap pekerjaan yang dilaksanakan. Pada aspek analisis dan pelaporan, diketahui jika pihak perusahaan belum melakukan analisis lebih lanjut mengenai penggunaan konsep Earned Value dalam proyek pembangunannya. Pencatatan dilakukan hanya sebatas pencatatan biaya aktual serta biaya yang terealisasi selama proses pekerjaan proyek berlangsung. Kemudian pada aspek kompetensi, diketahui jika pemahaman karyawan terkait penerapan metode Earned Value sebagai salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kelancaran dan keberhasilan suatu proyek belum terbentuk cukup baik.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By