Manajemen Berbasis Sekolah (Studi di MI Al-Islam Kartasura)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Fokus penelitian adalah: Bagaimana Implementasi MBS Di MI Al-Islam Kartausra yang melitui: 1) kemandirian sekolah, 2) partisipasi masyarakat, 3) pengambilan keputusan partisipatif, 4) kerja sama dengan badan-badan di masyarakat 5) proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi MBS Di MI Al-Islam Kartausra, adapun tujuan khusus adalah: 1) keninadirian sekolah, 2) kemandirian sekolah, 3) pengambilan keputusan partisipatif, 4) kerja sama dengan badan-badan di masyarakat dan 5) proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan rancangan penelitian implementatif. Penelitan didukung dengan teknik penggalian data observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumenasi. Adapun teknik keabsahan data digunakan adalah 1) kredibilitas, 2) trnaferiabilitas, 3) dependabilitas, dan 4). konfirmabilitas. Hasil penelitian adalah: 1) implementasi MBS terhadap kemandirian di MI Al- Islam, ternyata belum berhasil memaksimalisasi peran dan partisipasi guru dan staf sekolah dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan monitoring pada aspek kemandirian sekolah. Tetapi di sisi lain, implementasi MBS melalui penerapan asas konsultasi, pembagian kewenangan, transparansi dan akuntabilitas serta didukung oleh kemampuan professional kepala sekolah telah mendorong tumbuhnya antusiasme, motivasi, dan tanggung jawab semua unsur sekolah dalam hal perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan monitoring program sekolah. 2) implementasi MBS terhadap partisipasi masyarakat ternyata belum memaksimalisasi peran dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan montoring program sekolah. Tetapi disisi lain implementasi MBS dengan menguatkan penerapan asas keterbukaan, pembagian kewenangan, transparansi dan akuntabilitas serta didukung oleh kemampuan professional kepala sekolah dalam menjalin hubungan kemanusiaan dan mendistribusikan informasi kepada semua unsur sekolah telah mendorong antusiasme, motivasi, dan tanggung jawab masyarakat dan orang tua siswa untuk senantias terlibat hal perencanaan, pelaksanaan,evaluasi dan monitoring berkaitan dengan program sekolah, 3) implementasi MBS terhadap pengambilan keputusan partisipatif dengan didukung kemampuan professional kepala sekolah ternyata belum maksimal dalam mendorong implementasi MBS. Tetapi di sisi lain, implementasi MBS tersebut dengan menguatkan penerapan dan penguatan asas keterbukaan dan dialog, pemberian kewenangan secara proporsional dan di dukung oleh kemampuan professional kepala sekolah dalam mendistribuskan informasi telah mendorong lahirnya kualitas keputusan Karena merepresentasikan kepentingan semua unsur sekolah, 4) implementasi MBS terhadap kerja sama badan-badan masyarakart ternyata belum maksimal dalam mengembangkan kerja sama dengan badan-badan dimasyarakat. Tetapi disisi lain diketahui bahwa penguatan dan penerapan asas pembagian kewenangan secara proporsional dan di dukung oleh kemampuan kepala sekolah dalam memfasilitasi penguatan stakeholders telah menghasilkan kerja sama yang harmonis dan kuat dengan badan-badan di masyarakat yang memiliki hubungan dengan program inovasi pembelajaran, 5) implementasi MBS kaitannya dengan proses pembelajaran disekolah telah memberikan suasana pembelajaran yang digali dari potensi dan kreativitas siswa dengan basis materi keagamaan yang bersumber dari Al Qur'an dan Al-Hadits serta pengetahuan umum yang bersifat science dan knowledge. Dengan asas tersebut diharapkan pembelajaran bisa semakin produktif mengahsilkan output yang signifikan untuk kemaslahatan umat kedepan.