<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Umur Ekonomis Dan Penentuan Interval Perawatan Optimal Pemutus Tegangan (Pmt) Dengan Pendekatan Metode Equivalent Annual Cost (Eac) Dan Reliability Centered Maintenance (Rcm) Di Pt Pln Uip3b Sumatera

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

DOI

Abstract

Pemutus Tenaga (PMT) merupakan aset krusial dalam sistem transmisi PT PLN UIP3B Sumatera, di mana manajemen siklus hidupnya berdampak langsung pada keandalan pasokan listrik dan efisiensi finansial. Seiring bertambahnya usia aset, biaya perawatan yang meningkat menuntut adanya model pengelolaan yang terstruktur untuk menentukan nasib aset secara ekonomis. Penelitian ini mengajukan dua tahapan. Tahap pertama berfokus pada penentuan umur ekonomis PMT menggunakan metode Equivalent Annual Cost (EAC) untuk menetapkan waktu divestasi aset yang optimal. Tahap kedua, yang diimplementasikan apabila umur ekonomis tersebut dinilai terlalu pendek, adalah perumusan strategi perawatan yang terfokus untuk menekan biaya dan meningkatkan keandalan operasional. Strategi ini diawali dengan identifikasi komponen kritis melalui FMEA, yang hasilnya menjadi landasan penerapan Reliability-Centered Maintenance (RCM). Hasil dari tahap pertama menunjukkan bahwa umur ekonomis optimal PMT adalah 19 tahun, dengan nilai EAC terendah sebesar Rp559.154.927. Selanjutnya, untuk tahap kedua, analisis FMEA mengidentifikasi sistem Hidrolik, Kontak Utama, dan Interrupter sebagai komponen kritis, dengan sistem Hidrolik memiliki RPN tertinggi (480). Berdasarkan hasil tersebut, RCM merekomendasikan interval perawatan sinkron setiap 4 bulan untuk Hidrolik dan Kontak Utama, serta 1 tahun untuk Interrupter dengan interval pemeriksaan Hidrolik setiap 10 hari, Kontak Utama setiap 9 hari, dan Intrrupter setiap 11 hari, dengan rekomendasi ini diestimasikan dapat menghemat biaya hingga Rp58.814.367. Model dua tahap ini menghasilkan sebuah kerangka kerja strategis bagi PT PLN untuk mengevaluasi kelayakan aset secara ekonomis dan jika perlu, mengimplementasikan jadwal perawatan yang efisien untuk memaksimalkan nilai dan keandalan aset kritis.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By