<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Negeri Gejayan Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Rendahnya rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan inklusi menjadi salah satu kendala utama perkembangan peserta didik berkebutuhan khusus. Kehadiran guru Pendidikan Agama Islam sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus (ABK) di SD Negeri Gejayan Yogyakarta dan mendeskripsikan faktor yang mendukung dan menghambat berkembangnya rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus (ABK) di SD Negeri Gejayan Yogyakarta. Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus di SD Negeri Gejayan Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan rasa percaya diri nampak dalam beberapa jenis peran guru yaitu: guru sebagai pendidik, guru sebagai pengajar, guru sebagai pembimbing, guru sebagai fasilitator, guru sebagai motivator, guru sebagai support, guru sebagai pelatih, guru sebagai pengawas, guru sebagai pembentuk akhlak dan moral, guru sebagai pembentuk spiritual. Faktor yang mendukung perkembangan rasa percaya diri yaitu lingkungan yang mendukung, kehadiran guru pendamping, kompetensi kepribadian guru, kompetensi pedagogik guru, adaptasi peserta didik berkebutuhan khusus yang baik, dan pendekatan personal pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat berkembangnya rasa percaya diri adalah ketidaksediaan sarana prasarana, ketidakhadiran guru pendamping, keterbatasan kemampuan guru, dan keterbatasan ekonomi peserta didik berkebutuhan khusus.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By