<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan dengan Marketing Mix Di Kspps Bmt Bina Umat Wedi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Abstract Sebagai pilar utama perekonomian Indonesia, koperasi saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Hal yang sama juga terjadi pada kopreasi simpan pinjam pembiayaan Syariah (KSPPS BMT), Menurut Buchori (2009), Koperasi Syariah adalah perusahaan keuangan terorganisir dengan baik, partisipatif otonomi dan karakter social dimana tindakan didasarkan pada prinsip-prinsip mendukung etika moral memperhatikan Halal atau legalitas bisnis yang dilakukan seperti islam. Perkembangan jumlah koperasi harus diiringi dengan peningkatan kualitas. Terlebih lagi, saat ini persaingan di antara lembaga keuangan sangat sengit. Meningkatnya persaingan perbankan ditandai dengan kemunculan banyak jumlah bank dan lembaga keuangan lain. Persaingan tersebut terlihat dari bervariasinya produk atau jasa yang ditawarkan, salah satunya adalah BMT Umat Wedi. Untuk menarik minat menabung pada lembaga keuangan. Begitu juga dengan BMT Umat Wedi, untuk menarik minat menabung nasabah dilakukan dengan menerapkan strategi yang tepat, diantaranya melalui Periklanan, dan Kualitas Pelayanan. Menurut pasal 1 Kementerian koperasi dan UKM di Indonesia tahun (2009), koperasi syariah adalah koperasi yang seluruh usahanya berkaitan dengan pembiayaan, tabungan dengan model bagi hasil syariah dan investasi. 1.Bidang magang Magang dilakukan pada bidang pemasaran di bidang program pada BMT Bina Umat wedi. 2.Lokasi magang Lokasi magang dilakukan di BMT Bina Umat Wedi yang berada di klaten di jalan Jl. KH Ahmad Dahlan No.87, Murukan, Kalitengah, Kec. Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57461 no telpon: (0272)333176. Peta lokasi magang dapat di gambar. 3.Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. 4. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu: a) Wawancara ialah suatu bentuk interaksi komunikasi yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan melakukan pertanyaan dan jawaban antara peneliti dengan objek penelitian atau informan. Esensinya yang lebih terperinci mengenai suatu topic atau tema yang menjadi fokus penelitian (Yunus, 2010:358). Wawancara ialah beberapa metode dapat digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi. Awalnya, wawancara adalah salah satu teknik yang kurang umum digunakan. Namun, pada abad ke-20, teknik ini mencapai puncak kejayaannya dalam jurnalisme yang menghasilkan karya luar biasa. Hingga saat ini, pada abad ke-21, teknik wawancara masih terus digunakan (Suhandang, 2004). b) Observasi merupakan salah satu dasar fundamental dari semua metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif (Adler & Adler, 1987:389). Penerapan Marketing Mix di BMT Bina Umat Wedi 1.Product Produk BMT bina umat wedi merupakan inti dari BMT yang menawarkan kepada anggotanya sesuai dengan kebutuhannya. Dari sisi produk, BMT bina umat wedi memasarkan layanan yang Halal, Aman, Berkualitas, adil dan yang terpenting sesuai dengan perjanjian syariah Islam. Di BMT Bina Umat Wedi ada berbagai bentuk produk simpanan yaitu: a.Simpanan (sukarela) b.Simpanan berjangka c.Simpanan pelajar, e.Simpanan Umroh, f.Simpanan Idul Fitri g.Simpanan SamaRa BMT Bina Umat Wedi menawarkan beberapa jenis produk pembiayaan, di antaranya: a.Musyarakah (bantuan keuangan) b.Mudharabah (Usaha Awal) c.Murabahah (pembelian barang), d.Layanan Ijarah (kebutuhan lain) Diantara opsi pembiayaan produk yang tertera diatas, pembiayaan musyarakah adalah produk yang paling popular diantara produk tabungan dan pembiayaan. Pasalnya, BMT Bina Umat Wei menargetkan pedagang pasar sebagai pangsa pasarnya, sehingga kesempatan ini sangat ideal bagi calon anggota yang ingin menambah modal dagangnya. 2.Price Biaya atau harga merupakan pengeluaran yang harus ditanggung oleh konsumen untuk memperoleh produk yang diinginkan atau dibutuhkan. Penetapan biaya operasional BMT sering disebut dengan istilah bagi hasil atau biaya administrasi. Terdapat beberapa cara untuk memperkirakan biaya variabel. 3. Place Lokasi BMT Bina Umat Wedi cukup strategis yang berdekatan dengan pasar dan dapat di jangkau oleh anggota lokasi nya berada di pinggir jalan. 4. Promotion Promosi yang dilakukan BMT Bina Umat Wedi, yaitu menyampaikan penjelasan yang mudah di pahami bagi anggota. BMT Bina Umat Wedi selalu mengutamakan keberkahan dan keterbukaan dalam mempromosikan sehingga selalu tercipta koneksi yang baik BMT kepada nasabahnya. Dan mempromosikan bisnisnya dengan membagikan

ix

pamflet di pasar dan pedagang yang berdekatan dengan kantor serta melalui sosial media atau situs web resmi BMT Bina Umat Wedi. 5. People Pelaksanaan SDM di BMT Bina Umat Wedi melakukan pengembangan diri melalui pelatihan pelatihan yang diterapkan. Melalui wawancara dengan staff kantor BMT Bina Umat Wedi yaitu: “Dari segi sumber daya manusia, tidak ada pengelola yang benar-benar lulusan Fakultas Ekonomi. Itu sebabnya kami biasanya disuruh mengikuti kursus-kursus yang diadakan oleh koperasi atau koperasi lain.” 6. Process (proses) BMT Bina Umat Wedi berinteraksi secara akrab dan transparan dengan anggota melalui kunjungan ke pasar dan kunjungan langsung ke rumah warga atau dor to dor. Selain itu, BMT juga menyajikan layanan dan informasi terkait BMT serta memberikan pertanyaan seputar pekerjaan anggota. 7. Physical evidence BMT Bina Umat Wedi memiliki bangunan berdua lantai, kelengkapan ruangan tersusun yang rapi dan konstruktur ruangan sesuai dengan koperasi lainnya. Terdapat TV dan AC untuk fasilitas untuk anggota atau nasabah yang datang ke kantor, media social, logo, dan produk yang disediakan. Berdasarkan data khusus dari analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa: Penerapan strategi pemasaran produk pembiayaan di Bmt Bina Umat Wedi memetakan segmennya, selanjutnya memilih yang akan dijadikan target produk pembiayaan di Bmt Bina Umat Wedi. Adapun targetnya pria dan wanita di wilayah Kecamatan Wedi yang berusia 31-40 tahun yang memiliki pendapatan Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000 bahkan lebih yang mempunyai kepribadian yang loyal dan rasional gaya hidup sederhana dan mewah Berminat dan mengerti tentang produk pembiayaan di Bmt Bina Umat Wedi. Penerapan bauran pemasaran pada produk pembiayaan di Bmt Bina Umat Wedi terdapat 7P yaitu, pertama produk Bmt Bina Umat Wedi menjual produk layanan yang halal, aman, berkualita, tidak membebani, keterbukaan dan yang terpenting sesuai dengan perjanjian yang berlandaskan Syariah Islam. Kedua price BMT Bina Umat Wedi menerapkan bagi hasil sesuai dengan Syariah Islam. Ketiga promotion promosi yang dilakukan Bmt Bina Umat Wedi dengan membagikan brosur dan mendatangi pasar pasar maupun daerah dekat kantor. Keempat place lokasi Bmt Bina Umat Wedi cukup strategis yang berada di JL. KH Dahlan No.87, Murukan, kalitengah, Kec. Wedi, Kabupaten Klaten. Kelima Bmt Bina Umat Wedi memilih kategori sendiri dalam memilih karyawan. Keenam physical Evidence missal memiliki bangunan dua lantai yang terdapat TV, Ac, media social, dan produk yang disediakan. Ketujuh Process, Proses yang dilakukan oleh BMT Bina Umat Wedi adalah berinteraksi secara akrab dan transparan dengan anggota melalui kunjungan pasar dan kunjungan langsung ke rumah warga atau door to door. Selain itu, BMT juga menyajikan layanan dan informasi terkait BMT serta memberikan pertanyaan seputar pekerjaan anggota, Penerapan praktik Rasulullah SAW dalam kaitannya dengan proses pemasaran terlihat pada informasi dengan pelayanan yang santun, ramah dan jelas.

Description

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By