<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

PESANGGRAHAN LANGENHARJO SEBAGAI SARANA WISATA BUDAYA DAN MEDITASI

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pembongkaran dan penggusuran bangunan-bangunan kuno bersejarah untuk memberikan tempat bagi bangunan baru yang menyiratkan modernitas demi mengejar image keberhasilan suatu daerah kerap dilakukan tanpa mengindahkan bangunan sebagai cagar budaya yang dilindungi. Hal seperti ini perlu ditekan dan dicegah sedini mungkin karena dikhawatirkan jika penggusuran terus dilakukan, maka kita tidak akan mempunyai bangunan bersejarah lagi yang merupakan mata rantai dengan kebudayaan bangunan sekarang. Pelestarian suatu bangunan atau kawasan dapat dilakukan melalui Revitalisasi yaitu dengan mengubah atau memodifikasikan fungsi bangunan lama agar dapat digunakan untuk fungsi baru yang lebih sesuai tanpa merubah dominasi karakter bangunan lama. Dilihat dari definisi tersebut, maka pembentukan fungsi baru diharapkan mampu lebih meningkatkan nilai manfaat bangunan dan kawasan. Revitalisasi disini adalah suatu cara dimana fungsi baru yang diadakan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung dengan syarat fungsi ini masih ada kesinambungan dengan budaya daerah. Untuk itu perlu adanya bangunan baru yang mendukung agar proses Revitalisasi ini berlangsung. Sedangkan Konservasi sendiri merupakan upaya melindungi bangunan dari kehancuran. Penempatan bangunan baru dilingkungan Pesanggrahan Langenharjo berdasarkan pada prinsip hiearki ruang dimana setiap ruang dan tempat menggambarkan tingkatan nilai bangunan dimana terbagi menjadi public, semi privat dan privat. Walaupun demikian penempatan bangunan baru tidak semata-mata berdasaikan penilaian hierarki semata. Bangunan baru yang tidak mendominasi dan mengaburkan bangunan lama menjadi aspek lain dalam perancangan ini.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By