<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

PERANCANGAN HUNIAN VERTIKAL DI KAWASAN MALIOBORO DENGAN DUKUNGAN KONSOLIDASI TANAH DAN ARSITEKTUR YOGYAKARTA

Abstract

Laju pertumbuhan yang tinggi menyebabkan kebutuhan hunian semakin meningkat. Sehingga banyak pembangunan yang terjadi terutama di pusat kota yang memiliki lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan bertambahnya bangunan yang semakin padat, lahan kosong dan ruang terbuka hijau semakin berkurang, padahal permintaan hunian semakin hari semakin meningkat sehingga terjadi fenomena backlog housing. Hal ini terjadi di pusat kota Yogyakarta tepatnya di kawasan Pasar Kembang yang masih merupakan kawasan TOD. Kawasan yang strategis ini memiliki potensi yang besar untuk bangunan komersil karena berada di kawasan transit dan pariwisata, akan tetapi kawasan ini digunakan sebagai kawasan hunian yang semestinya dapat digunakan sebagai kawasan komersil. Selain itu, adanya peningkatan investasi property di Kota Yogyakarta yang semakin tahun semakin meningkat. Sehingga kawasan ini perlu perencanaan pembangunan yang dapat mengurangi backlog housing di DIY serta menjadi kawasan komersil dan penghuni asli dapat tetap tinggal yaitu konsolidasi tanah vertikal. Maka perencanaan pembangunan yang tepat bagi kawasan ini adalah hunian vertikal bagi penduduk kawasan (rusun) dan pendatang baru (apartemen), fungsi komersil yang berpotensi di kawasan seperti pusat perbelanjaan. Selain kawasan TOD, kawasan ini berada di kawasan Satuan Ruang Strategis dimana pembangunan baru di kawasan ini harus memperhatikan legibilitas tipologi bangunan yang mempresentasikan tiap tipologi bangunan karena akan menciptakan pemahaman tentang lingkungan yang sesuai dengan kekhasan Yogyakarta yang berdasar pada teori legibilitas kawasan dan Sense of Place.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By