<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Angkatan Kerja (AK) terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi DIY

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan adalah dasar penilaian suatu kualitas manusia yang sering disebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini menjelaskan pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Penanaman Modal Dalam Negeri, Penanaman Modal Asing, dan Angkatan Kerja terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi D.I.Yogyakarta tahun 2000-2017. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Yogyakarta. Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi D.I.Yogyakarta tahun 2000-2017 merupakan variabel terikat dengan variabel bebasnya Pendapatan Asli Daerah, Penanaman Modal Dalam Negeri, Penanaman Modal Asing, dan Angkatan Kerja Provinsi D.I.Yogyakarta tahun 2000- 2017. Pengolahan data menggunakan analisis data time series dengan metode Uji Stasioneritas, Uji Akar Unit (Unit Root Test), Uji Derajat Integrasi (First Difference), Uji Autokorelasi, Uji Kointegrasi, Uji Analisis Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan pendekatan Error Correction Model (ECM). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa pada jangka pendek variabel Pendapatan Asli Daerah, Penanaman Modal Dalam Negeri, dan Penanaman Modal Asing berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia, tetapi variabel Angkatan Kerja tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Pada jangka panjang variabel Pendapatan Asli Daerah, Penanaman Modal Dalam Negeri, dan Angkatan Kerja berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia, tetapi variabel Penanaman Modal Asing berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Implikasi dari Indeks Pembangunan Manusia dapat memberikan pemerintah lebih terbuka dalam memperhatikan kemampuan manusia secara maksimal, tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan pendapatan. Akan tetapi, memperhatikan cakupan yang lebih luas lagi seperti produktivitas, pemerataan pembangunan, kehidupan yang layak, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By