<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Studi Hubungan Antara Harga Diri dan Ketergantungan Emosional Pada Emerging Adulthood yang Menjalani Hubungan Berpacaran

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara harga diri dan ketergantungan emosional pada individu emerging adulthood yang sedang berpacaran. Dalam penelitian ini, ketergantungan emosional dipahami sebagai kecenderungan individu untuk menempatkan pasangan sebagai sumber utama rasa aman, validasi, dan kestabilan emosi, sehingga kebutuhan afektif terhadap pasangan menjadi berlebihan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional pada 339 partisipan berusia 18–29 tahun yang telah berpacaran minimal enam bulan. Data dikumpulkan secara daring melalui Google Form. Variabel ketergantungan emosional diukur menggunakan versi bahasa Indonesia dari Partner’s Emotional Dependency Scale (SED) yang telah diadaptasi oleh Pertiwi et al. (2023) dari skala yang dikembangkan oleh Camarillo et al. (2020), sedangkan variabel harga diri diukur menggunakan versi bahasa Indonesia dari Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) yang diadaptasi oleh Maroqi (2019) dari skala yang dikembangkan oleh Rosenberg (1965). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dan ketergantungan emosional. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga diri individu, maka semakin rendah tingkat ketergantungan emosional terhadap pasangan, dan sebaliknya.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By