Hubungan antara Persepsi terhadap Empati Atasan dengan Motivasi Kerja Karyawan Cleaning Service
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis apakah ada hubungan positif antara persepsi terhadap empati atasan dengan motivasi kerja karyawan cleaning service. Dari wawancara yang dilakukan diperoleh informasi mengenai motivasi karyawan yang cenderung kurang. Setiap bulan selalu ada 2-3 karyawan cleaning service yang keluar dari pekerjaan. Atasan bagi mereka memiliki peranan dalam mempengaruhi motivasi kerja. Atasan dalam hal ini adalah team leader. Team leader tidak hanya mengawasi bagaimana para cleaner bekerja, tetapi mereka juga turut membantu dalam menyelesaikan pekerjaan. Motivasi kerja tinggi dikarenakan cleaner mendapat perhatian ataupun bimbingan dari atasan. Maka semakin tinggi persepsi terhadap empati atasan, semakin tinggi pula motivasi kerja karyawan cleaning service.Subyek dalam penelitian ini adalah cleaning service PT. ISS Indonesia Area Plaza Ambarrukmo Yogyakarta. Subyek penelitian berjumlah 92 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah dibuat secara mandiri oleh peneliti berupa skala motivasi kerja dengan mengacu pada aspek-aspek yang dikemukakan oleh Alderfer (Munandar, 2001) yang meliputi existence (keberadaan), relatedness (keterhubungan), growth (perkembangan) dan skala persepsi terhadap empati atasan dengan memodifikasi alat ukur Davis (1983) yaitu aspek perspective taking (pengambilan perspektif), fantasy (fantasi), empathic concern (perhatian empati), dan personal distress (tekanan pribadi).Metode analisis data yang digunakan menggunakan program SPSS (Statistical Programme for Social Science) 11.0 for Window untuk menguji apakah terdapat hubungan antara persepsi terhadap empati atasan dengan motivasi kerja karyawan cleaning service. Hasil korelasi product moment dari pearson menunjukan angka korelasi sebesar $r = 0,679$ dengan $p = 0,000$ ($p < 0,01$) yang artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap empati atasan dengan motivasi kerja karyawan cleaning service. Jadi hipotesis penelitian diterima. Sedangkan sumbangan efektif yang diberikan variabel persepsi terhadap empati atasan pada variabel motivasi kerja karyawan cleaning service sebesar 46.1% yang berarti masih ada 53.9% faktor lain yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan cleaning service antara lain rasa aman (security), kesempatan untuk maju (advancement), jenis pekerjaan (type of work), rekan kerja (co-workers), perusahaan (company), gaji (pay), jam kerja (hour of work), kondisi kerja (working condition), dan fasilitas-fasilitas lain (benefits).