<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Penerapan Water Security pada Program Penyediaan Air Minum berbasis Masyarakat di Kelurahan Hardjobinangun dan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DIY

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Ketahanan air dalam program Pamsimas merupakan konsep penting yang sedang dijalankan oleh pemerintah guna tetap menjaga ketersediaan air bersih, di masyarakat. Indikator ketahanan air yang difokuskan oleh pemerintah berupa 4k yaitu Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, dan Keterjangkauan Biaya. Namun dengan modifikasi dan menyesuaikan dengan trend upaya menjaga ketahanan air yang mengacu pada Asian Water Development Outlook 2020 (AWDO 2020) ditambahkan indicator penilaian dalam evaluasi ketahanan air, diantaranya aspek sanitasi, dampak kesehatan, dan dampak bencana. Kecamatan Pakem merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman yang berlokasi dekat dengan Gunung Merapi, sehingga menjadikan daerah tersebut masuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana III (KRB III). Program Pamsimas yang berjalan di lokasi penelitian, telah berjalan sekitar tahun 2019 hingga sekarang. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode skoring ini nantinya akan menunjukkan hasil akhir ketahanan air sesuai dengan indeks ketahanan air pada AWDO 2020. Hasil observasi dan kuisioner menunjukkan jika indeks penerapan ketahanan air di Dusun Watuadeg sebesar 17,42 dan Dusun Pandanpuro sebesar 16,306. Dengan skor tersebut, didapatkan hasil penerapan ketahanan air kedua dusun berada pada tahap effective dan cukup baik. Artinya adalah, mayoritas rumah telah memiliki akes pasokan air serta sanitasi dasar yang aman. Biaya tagihan untuk layanan air masih terjangkau bagi pelanggan, sehingga dapat meminimalkan beban penyakit yang diakibatkan oleh WASH.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By