Desain Ulang Tata Letak Rak dan Penataan Produk di Toko Amalia menggunakan Metode Integrasi AR- MBA, ARC, dan Planogram Berdasarkan Kebutuhan Pelanggan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Industri ritel di Indonesia semakin kompetitif, menuntut setiap pelaku usaha untuk terus meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Toko Amalia, sebuah ritel tradisional yang berlokasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menghadapi permasalahan terkait tata letak rak dan penataan produk. Hasil kuesioner terhadap 30 pelanggan menunjukkan bahwa 76,6% pelanggan merasa tidak puas dengan tata letak toko dibuktikan dengan 66,6% menyatakan penataan produk belum sesuai dengan kebutuhan pelanggan, 55,7% mengalami kesulitan akibat alur pergerakan yang tidak terstruktur, 63,3% penempatan rak yang tidak konsisten, 56,7% penyusunan produk yang kurang rapi dan sulit ditemukan, kemudian 53,3% tata letak dan penataan toko sulit diakses pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak rak dan penataan produk di Toko Amalia menggunakan pendekatan integrasi tiga metode, yaitu Association Rule–Market Basket Analysis (AR-MBA), Activity Relationship Chart (ARC), dan Planogram. Data yang digunakan adalah 5.250 transaksi penjualan periode Januari–April 2025, layout rak dan produk, kapasitas display, dan kuesioner kepuasan pelanggan. AR-MBA dengan algoritma FP-Growth digunakan untuk mengidentifikasi pola pembelian konsumen, ARC untuk menganalisis hubungan kedekatan antar departemen, dan planogram sebagai panduan visual penataan produk di rak. Hasil analisis AR-MBA menghasilkan 22 rules valid dengan nilai minimum support 50%, confidence 50%, dan lift > 1. Departemen Sembako & Bahan Pokok (DEPT 1) dan Bumbu Dapur & Saus (DEPT 6) menjadi pusat pembelian konsumen dengan nilai support tertinggi sebesar 0.392994. Berdasarkan integrasi hasil AR-MBA dan ARC, dihasilkan layout usulan dengan pengelompokan rak berbasis departemen, pembentukan zonasi yang jelas, dan penambahan rak promosi. Planogram dirancang dengan menerapkan prinsip category grouping dan size blocking berdasarkan data penjualan. Pengujian dengan Mann-Whitney menghasilkan p-value 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara layout awal dan usulan.