Bentuk-bentuk Islamophobia di Korea Selatan Pada Tahun 2016-2024
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Penelitian ini membahas fenomena Islamophobia di Korea Selatan pada tahun
2016-2024. Meskipun negara tersebut dipromosikan sebagai destinasi wisata yang
Muslim-friendly, dan dengan meningkatnya populasi Muslim, serta inisiatif
pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan Muslim,
muncul pertanyaan mengenai sejauh mana diskriminasi terhadap komunitas
Muslim masih terjadi. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teori Islamophobia dari The Runnymede Trust (1997) yang mengidentifikasi
empat indikator utama: diskriminasi, eksklusi, kekerasan, dan prasangka. Argumen
sementara yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat
kampanye Muslim-friendly yang dipopulerkan oleh Pemerintah setempat,
Komunitas Muslim di Korea Selatan masih menghadapi berbagai bentuk
diskriminasi dalam berbagai lini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
komunitas Muslim mengalami kesulitan dalam akses pekerjaan, layanan publik,
serta menghadapi stereotip negatif yang diperkuat oleh media. Kasus-kasus ujaran
kebencian, penolakan pembangunan masjid, dan hambatan dalam menjalankan
ibadah mencerminkan adanya Islamophobia yang masih mengakar dalam
masyarakat Korea Selatan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai
kontradiksi antara kampanye yang dilakukan oleh Pemerintah dan realitas sosial
yang dihadapi oleh Komunitas Muslim di Korea Selatan, serta menganalisis faktor-
faktor yang mempengaruhi sentimen Islamophobia.