<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Pendidikan Agama Islam Bagi Napi Muslim di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Authors

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan bukan saja sebagai lembaga untuk membina para Napi tapi merupakan lembaga pendidikan, yang bersinergi dengan lembaga keagamaan dan lembaga sosial. Peran Pendidikan Agama Islam pun melebar menjadi agen perubahan dan pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, tidak heran bila sekarang, pemerintah atau lembaga sosial kemasyarakatan menginginkan Pendidikan Agama Islam menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, melalui berbagai kegiatan yang sangat menunjang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi yang tinggi, khususnya masyarakat di lembaga Pemasyarakatan sebagai lembaga rehabilitasi bagi para pelaku tindak kriminal. Ini merupakan tanggung jawab antara pemerintah dengan kekuatan sosial. Salah satu cara diantaranya dengan mewujudkan pendidikan Agama Islam luar sekolah terhadap para penghuni tahanan, khususnya Napi Muslim di Lembaga Pemasyarakatan (Rutan) kelas I Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surakarta selama hampir 2 bulan, dari bulan maret hingga bulan April 2010. Subjek penelitian ialah petugas bagian pelayanan Napi Muslim Lembaga Pemasyarakatan dengan informan petugas Bagian Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Surakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode interview, pengamatan serta dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi dengan langkah-langkah membandingkan data pengamatan dengan hasil interview. Sedang analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini memfokuskan bagaimana pelaksanaan pendidikan Agama Islam yang juga disebut sebagai pendidikan luar sekolah dilaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan pendidikan Agama Islam disini menggunakan metode ceramah, diskusi, kajian, dan membaca hingga menghafal Al-qur’an (Tahfidzul Al-qur’an). Walaupun pelaksanaan pendidikan Agama Islam sudah dilaksanakan, namun masih ada kekurangan-kekurangan diantaranya adalah masih kurangnya personel dalam bidang pendidikan keagamaan serta kurangnya kepekaan dari pihak terkait dengan kegiatan keagamaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan Agama Islam di lembaga Pemasyarakatan kelas I Surakarta mempunyai teknik dan sistem tersendiri. Sistem yang dipakai adalah sistem pendidikan luar sekolah yang memfokuskan pelaksanaan pendidikan keagamaan di dalam Masjid atau disebut pendidikan luar sekolah.

Description

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By