Perbandingan Ordinary Kriging dan Universal Kriging Berbasis Tren Kedalaman Gempa untuk Interpolasi Peak Ground Acceleration (PGA) (Studi Kasus : Kejadian Gempa Bumi di Jawa Barat Tahun 2021-2025)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia dan berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa. Provinsi Jawa Barat termasuk wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang relatif tinggi karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik serta dilalui oleh sejumlah sesar aktif. Salah satu parameter utama untuk mengukur tingkat guncangan gempa adalah Peak Ground Acceleration (PGA), yang merepresentasikan percepatan maksimum getaran tanah pada suatu lokasi. Untuk memetakan distribusi spasial nilai PGA di wilayah Jawa Barat, penelitian ini menggunakan pendekatan interpolasi geostatistika, yaitu Ordinary Kriging (OK) dan Universal Kriging (UK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi spasial nilai PGA, membandingkan hasil interpolasi antara metode OK dan UK, serta menentukan metode interpolasi dengan performa terbaik. Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan indikator Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi nilai PGA di Jawa Barat tidak bersifat acak dan memiliki autokorelasi spasial positif (Moran’s I = 0.582; p-value < 2.2 × 10−16). Interpolasi menggunakan OK menghasilkan rentang nilai PGA sebesar 8.455–43.435 gal, sedangkan UK menghasilkan rentang 9.366–46.505 gal. Berdasarkan evaluasi akurasi, metode UK menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan nilai RMSE sebesar 5.207 dan MAPE sebesar 21.50%, dibandingkan OK yang memiliki RMSE sebesar 6.894 dan MAPE sebesar 23.45%. Oleh karena itu, Universal Kriging dinilai lebih optimal dalam menginterpolasi distribusi nilai PGA di Provinsi Jawa Barat selama periode penelitian.