<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengolahan Limbah Abu Insinerator Rumah Sakit menggunakan Metode Solidifikasi/stabilisasi (S/S)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian mengenai stabilisasi/solidifikasi limbah abu insinerator rumah sakit menjadi material paving block telah dilakukan. Penelitian ini difokuskan pada studi terkait karakteristik kimia dari limbah abu insinerator dan stabilisasi/solidifikasi menjadi material paving block pada variasi persen penambahan limbah abu insinerator. Persiapan bahan dilakukan dengan pengeringan dan pengayakan abu insinerator hingga lolos ayakan 200 mesh. Komposisi stabilisasi/solidifikasi dengan material semen dan pasir ditentukan pada perbandingan 1 Semen : 6 Pasir dengan faktor air semen (fas) 0,35. Karakter kimia material abu insinerator dilakukan dengan instrumen XRF dan SEM-EDX. Karakterisasi abu insinerator dengan XRF menunjukkan kandungan dominan Kalsium (Ca) (59,7%) dan Klorin (Cl) (19,0%) , serta Silikon (5,91%) dan Aluminium (4,05%). Data EDX (Spot Region) juga menunjukkan dominasi Oksigen (56,32%) dan Karbon (26,36%). Hasil uji SEM menunjukkan morfologi berpori yang relatif besar dan tidak beraturan. Stabilisasi/solidifikasi pada umur 28 hari menunjukkan variasi persen penambahan limbah abu insinerator terbaik adalah 2,6% , dengan nilai kuat tekan 11,70 MPa, nilai keausan 1,05 mm/Menit, dan nilai penyerapan air sebesar 9,46%. Mutu paving block ini diklasifikasikan Tidak Memenuhi Syarat SNI 03-0691-1996. Meskipun demikian, hasil uji pelindian (TCLP) produk akhir membuktikan status non-B3, dengan kadar Pb (0,003 mg/L) dan Cr (0,03 mg/L) jauh di bawah baku mutu (5,0 mg/L) . Hasil analisis FTIR mengkonfirmasi pembentukan gel C-A-S-H (1033,01 cm−1) dan data SAA (BET) menunjukkan struktur akhir yang non-porous. Dapat disimpulkan bahwa meskipun paving block menunjukkan stabilitas lingkungan yang sangat baik dengan mencegah pelindian logam berat, tingginya kandungan klorin kemungkinan menghambat pengembangan kekuatan mekanis yang optimal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi metode pra-perlakuan guna mereduksi klorin atau penambahan aditif khusus untuk meningkatkan kuat tekan, sehingga memungkinkan pemenuhan standar konstruksi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By