Prediksi Curah Hujan menggunakan Metode Arima (Autoregressive Integrated Moving Average) (Studi Kasus : Kabupaten Sleman, Semarang, Dan Surabaya)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Di tengah perubahan iklim yang semakin kompleks, pemahaman yang mendalam tentang
pola curah hujan menjadi sangat penting untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem. Penelitian
ini bertujuan untuk menerapkan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA)
dalam memprediksi curah hujan di tiga wilayah berbeda di Indonesia, yaitu Kabupaten Sleman,
Semarang, dan Surabaya. Proses penelitian mencakup pengumpulan data curah hujan dari
stasiun BMKG untuk periode 2020 hingga 2022, pembersihan dan pengolahan data, serta
validasi model menggunakan Mean Squared Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage
Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa model ARIMA (0, 1, 1) paling sesuai untuk
Kabupaten Sleman dengan nilai MSE sebesar 0.865332 dan MAPE sebesar 8.53%. Sementara
model ARIMA (1, 1, 1) lebih efektif untuk Kota Semarang dan Surabaya dengan MSE sebesar
0.0911438 dan MAPE sebesar 9.11% untuk Kota Semarang dan MSE sebesar 0.157882 dan
MAPE sebesar 15.78% untuk Surabaya.