Peran ICRC (International Committee Of The Red Cross) dalam Menangani Korban Konflik Suriah 2012-2015
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini membahas tentang peran ICRC (International Committee of The Red Cross) dalam menangani korban konflik di Suriah pada tahun 2012 sampai dengan 2015. Awal mula konflik di Suriah terjadi karena adanya fenomena Arab Spring di Timur Tengah, yang kemudian menyebar luas ke Suriah pada tahun 2011. Sehingga adanya konflik di Suriah menyebabkan banyaknya korban jiwa, rusaknya infrastruktur, kelaparan, kehilangan tempat tinggal, dan lain hal sebagainya. Sejak tahun 2011 sampai dengan 2015, telah terdapat 470.000 korban jiwa. Adanya konflik di Suriah mendapatkan perhatian ICRC untuk turut memberikan bantuan kemanusian berupa makanan, fasilitas air bersih, fasilitas kesehatan, dan lain hal sebagainya. Dengan menggunakan teori dari David Lewis yaitu “The Management of Non-Governmental Development Organization”, ICRC dapat menjalankan peran-perannya sebagai implementers, catalyst, dan partners dalam menangani korban konflik di Suriah. Hasilnya adalah ICRC selalu memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah yang ada di negaranya maupun yang mengungsi ke negara lain dari tahun 2012-2015. Kemudian ICRC melakukan kesepakatan dengan pemerintah Suriah dan pihak oposisi lainnya untuk adanya gencatan senjata sementara dan diberikan kemudahan akses dalam menyalurkan bantuan. Selain itu, ICRC juga bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan lainnya untuk membuat banyak program untuk anak-anak dan perempuan yang menjadi korban konflik di Suriah.