<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Sri Lanka Dalam Membangun Kohesi Sosial Setelah Krisis 2020-2024

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini membahas strategi Sri Lanka dalam membangun kembali kohesi sosial setelah krisis multidimensi pada periode 2020–2024 yang ditandai oleh krisis ekonomi, instabilitas politik, serta meningkatnya fragmentasi sosial. Krisis tersebut menyebabkan menurunnya kemampuan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan memperburuk ketidakpercayaan publik terhadap institusi pemerintahan. Penelitian ini menggunakan konsep kohesi sosial dari Leininger dkk. (2021) yang terdiri dari tiga indikator utama, yaitu inclusive identity, trust, dan cooperation for the common good. Argumen sementara penelitian ini menyatakan bahwa pemulihan kohesi sosial Sri Lanka dipengaruhi oleh kombinasi kebijakan ekonomi inklusif, rekonsiliasi lintas komunitas, serta penguatan partisipasi masyarakat sipil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa krisis ekonomi 2022 menjadi katalis melemahnya trust, namun sekaligus membuka ruang solidaritas lintas etnis melalui gerakan Aragalaya. Pemerintah pasca-krisis mulai menerapkan strategi kebijakan inklusif melalui reformasi jaminan sosial, pemerataan layanan publik, kerja sama dengan lembaga internasional seperti IMF, serta revitalisasi agenda rekonsiliasi. Strategi ini berkontribusi pada pemulihan kohesi sosial secara bertahap melalui peningkatan identitas inklusif, pemulihan kepercayaan, dan penguatan kerja sama sosial.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By