Analisis Penggunaan Antibiotik menggunakan Klasifikasi Aware Pada Kasus Infeksi Saluran Kemih di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Pada Tahun 2023
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi kedua yang paling sering terjadi. Tingginya angka kejadian ISK menyebabkan tidak terhindarkannya penggunaan antibiotik. Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya penggunaan antibiotik yang tidak tepat sehingga memicu resistensi antibiotik. Untuk mendukung pengawasan dan pengelolaan antibiotik, WHO mengembangkan klasifikasi AWaRe yang diharapkan mampu mendukung mencegah terjadinya bakteri resisten. Tujuan: Untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik dengan menggunakan klasifikasi AWaRe dan ketepatan tatalaksana penggunaan antibiotik pada kasus ISK di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain penelitian Cross Sectional dan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medik pada kasus ISK di RS PKU Muhammadiyah Gamping pada Tahun 2023. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 macam antibiotik yang digunakan selama tahun 2023. Diantaranya adalah seftriakson (44,38%), levofloksasin (20,71%), siprofloksasin (8,88%), sefiksim (7,69%), sefotaksim (7,69%), seftazidim (4,73%), ampisilin (3,55%), amoksisilin (1,18%), ampisilin sulbaktam (0,59%), kotrimoksazol (0,59%). Kategori kelompok Access (9,47%) dan Watch (90,53%). Dengan ketepatan dosis 100%. Kesimpulan: Penggunaan antibiotik pada pasien ISK paling banyak diresepkan adalah seftriakson dengan kategori AWaRe tertinggi pada kelompok Watch. Ketepatan penggunaan antibiotik pasien ISK di RS PKU Muhammadiyah Gamping tahun 2023 sebesar 100%.