Analisis Hukum Islam dan Tradisi Terhadap Peraktik Perempuan Memikul Jenazah Sebagai Upaya Penolakan Bala Selama Covid -19 (Studi Kasus di Taman Kapitan, Taman Sari Ampenan, Kota Mataram)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pandemi COVID-19 telah membawa dampak yang mendalam dan luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh dunia, termasuk dalam pelaksanaan ritus-ritus keagamaan dan budaya. Dalam konteks keagamaan, khususnya di Taman Kapitan, Ampenan, Kota Mataram, terdapat praktik unik yaitu perempuan memikul jenazah sebagai upaya penolakan bala yang menarik untuk diteliti dalam konteks hukum Islam dan tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana hukum Islam memandang keterlibatan perempuan dalam prosesi pemakaman, khususnya dalam konteks yang ekstrem seperti pandemi COVID-19 dan penelitian ini juga mengkaji latar belakang historis dan budaya dari praktik ini di Taman Kapitan, serta mengidentifikasi bagaimana pandangan masyarakat setempat terhadap adaptasi praktik ini selama pandemi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam literatur mengenai respon keagamaan dan budaya terhadap krisis yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus di Taman Kapitan, penelitian ini menyediakan analisis mendalam tentang dinamika antara kepatuhan terhadap hukum Islam, peran gender dalam ritus keagamaan, dan persepsi masyarakat terhadap perubahan tradisi di masa pandemi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menolak bala dengan cara perempuan memikul jenazah merupakan tradisi peninggalan leluhur yang dilakukan kembali oleh masyarakat desa Taman Kapitan dalam menghadapi kecemasan (anxiety) dan ketidakpastian (uncertainly) saat terjadi wabah (kematian beruntun). Pada prosesnya, tradisi memikul jenazah tidak lepas dari komunikasi budaya dengan generasi sebelumnya maupun generasi satu masa. Masyarakat taman Kapitan mecoba mengangkat kembali tradisi perempuan pemikul jenazah sebagai upaya menjaga martabat (maintaining dignity) kejayaan tradisi para leluhur. Sebab kenyataannya, melaksanakan tradisi tersebut terbukti berhasil menghentikan bala.