Hubungan Personal Hygiene dengan Derajat Keparahan Pruritus Pada Pasien Dermatofitosis
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Dermatofitosis merupakan infeksi jamur superfisial yang sering terjadi dan dapat menimbulkan pruritus (gatal) yang berdampak pada kualitas hidup pasien. Personal hygiene merupakan salah satu faktor yang berperan dalam kejadian dan keparahan gejala dermatofitosis. Namun, hubungan antara personal hygiene dengan derajat keparahan pruritus masih belum banyak diteliti secara spesifik. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan derajat keparahan pruritus pada pasien dermatofitosis. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan di Klinik Sehat Wal Afiat (SWA) pada bulan Oktober 2025 hingga bulan April 2026. Sampel penelitian sebanyak 43 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diperoleh melalui pengisian kuesioner yang terdiri dari kuesioner karakteristik responden, kuesioner personal hygiene, serta instrumen penelitian derajat keparahan pruritus menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan 5-D itch Scale (5-DIS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat personal hygiene kategori sedang (44.2%) dan derajat keparahan pruritus mayoritas ringan berdasarkan VAS (41.8%) dan 5-D itch Scale (48.8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan derajat keparahan pruritus berdasarkan 5-D itch scale (r = -0,683; p < 0,001) dan VAS (r = -0,780; p < 0,001). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara personal hygiene dengan derajat keparahan pruritus pada pasien dermatofitosis. Semakin baik personal hygiene, maka semakin ringan tingkat keparahan pruritus yang dialami.